DI ANTARA KANAL

0
52

DI ANTARA KANAL

goenawan muhammad.jpg

Jarimu menandai sebuah percakapan,

Yang tak hendak kita rekam,

Di hitam sotong dan gelas sauvignon blanc

Yang akan ditinggalkan.

 

Di kiri kita kanal menyusup,

Dari laut, di jalan para kelasi,

Malam seakan-akan biru,

“Meskipun esok lazuardi”,katamu.

 

Aku dengar, kita kenal,

kegaduhan di aspal ini,

kita tahu banyak hal,

kita tahu apa yang sebentar.

 

Seorang pernah mengatakan,

kita telah disandingkan,

Sejak penghuni pertama ghetto yahudi,

membangun kedai.

 

Tapi kau tahu aku akan melepasmu di sudut itu,

Tiap malam selesai, dan aku tahu kau akan pergi,

“Kota ini”, katamu,

“Adalah jam yang digantikan matahari”

 

 

Goenawan Muhammad

                                                                  Jurnalis/pengarang puisi

sumber : kumpulan puisi 2012

 

 

 

Komentar Pembaca