16 Hari Menjabat, Dirut Labuang Baji : Kasus Ardiansyah Ada Hikmahnya

0
24

Inspiratifnews.com – Makassar – Insiden penolakan pasien berkategori miskin atas nama Muh Ardiansyah (5 tahun), anak dari Rahmayadi, Jumat (25/8/2017) malam lalu, menurut Dirut RSUD Labuang Baji Andi Mappatoba sebagai bahan evaluasi.

Andi Mappatoba mengatakan hal ini menjadi pelajaran bagi pihaknya untuk meningkatkan kembali pelayanan khususnya staff.

“Sebenarnya ada juga hikmahnya semua ini. Kami langsung membenahi lagi manajemen. Memang kami ini berusaha terus memberikan pelayanan prima. Apalagi saya ini masih baru sekitar dua minggu lebih menjadi Dirut (Labuang Baji),” kata Andi Mappatoba saat menemui orang tua pasien, Selasa (29/8) kemarin.

Kata Andi Mappatoba, saat ini evaluasi dilakukan tentang peningkatan pelayanan khususnya peningkatan kinerja staf, penyediaan informasi bagi pengunjung, respon cepat pasien, peningkatan keselamatan pasien.

“Inilah tantangan kami pejabat baru 16 hari, untuk memperbaiki pelayanan,” sambunya. Terkait insiden ini telah terjadi hingga dirinya diminta untuk menyampaikan RDP ke DPRD hingga ke Gubernur, Andi Mappatoba mengaku siap menyampaikan progres RSUD Labuang Baji di tangan dia.

“Sebagai pelayan publik. Kami siap menyampaikan semua kondisi di RSUD Labuang Baji,” terangnya.

Sebelumnya juga kata dia, sudah menemui langsung orang tua pasien dan menyampaikan jika seluruh biaya pengobatan Muh Ardiansyah akan ditanggung sebagai bentuk permintaan maaf.

“Beliau (Dirut) selalu memantau kondisi anak saya. Sekarang anak saya berobat di rumah saja, dan sudah baekan,” kata Rahmayadi, Rabu (30/8).

Rahmayadi menambahkan pihak keluarga sudah merasa terhormat telah mendapat perhatian langsung dari pihak Dirut Labuang Baji. “Beliau memamg sampaikan ada miss komunikasi saat itu. Karena staff yang tidak tau. Karena rumah sakit tidak boleh menolak pasien yang lagi butuh penanganan cepat,” sambung Rahmayadi, yang juga berprofesi sebagai jurnalis. (*)

loading...
BAGIKAN

Komentar Pembaca