Heboh, Postingan PD IPM Wajo Undang Reaksi PW IPM Sulsel

0
99

Inspiratifnews.com, Makasaar- Terbitnya film yang berjudul “Kamilah Pemimpin Masa depan” Dengan mengganti logo IPM oleh salah seorang pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Wajo, menimbulkan pertanyaan kritis di Pimpinan Wilayah IPM sulsel.

Sejak di postingannya di salah satu akun sosial perihal film tersebut, grup WhatsAp Sekret PW IPM Sulsel sejak Pukul 2: 24 dini hari tadi langsung menarik seluruh perhatian pimpinan.

“Anak Wajo itu sepertinya. Mohon kabid Advokasi menegur adik-adik dibawah (red_Wajo) untuk menghapus postingan tersebut. Karena IPM tidak berafiliasi dan ideologinya tak sama dengan kita. Mohon disegerakan”, Tegas Saparuddin Sanusi.

Selain itu, dirinya juga mengkhawatirkan bahwa perspektif masyarakat menilai jika IPM itu anak cabang dari HTI. “Pembuatan status dengan memuat gambar tersebut bisa multi tafsir dikalangan masyarakat”. Tambah sapar sebagaimana dikutip perbincangannya di grup WhatsAap PW IPM sulsel baru-baru ini. Selasa,(31/02/016)

Senada dengan Bidang advokasi,  Rahma Idrus langsung mengkonfirmasi seruan ketum PW IPM sulsel dengan landasan bahwa mengganti logo tanpa adanya konfirmasi kepada pihak pembuat film tersebut adalah pembohongan publik. selain itu, juga menyangkut Undang-undang No 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta.

Selain itu, dirinya juga menambahkan bahwa Berkreasi itu penting, sebab ada seni yang terus berkembang dalam diri manusia. Tetapi jika tidak memperhatikan koridor yang ada maka itu akan berdampak buruk. Demikian halnya dengan PD IPM Wajo yang melakukan editan Pamflet tersebut menurutnya sangat ekstrim. Lantaran mencantumkan logo IPM  padahal, 100% bukan karya mereka. Melainkan karya dari tetangga sebelah”, tanggasnya.

“Kekhawatiran saya sama dengan ketum (red-Saparuddin sanusi). Takutnya dengan adanya postingan tersebut menimbulkan perspektif lain di Masyarakat khususnya masyarakat Muhammadiyah sendiri. Padahal tidak ada satupun teman-teman Wajo yang terlibat dalam pembuatan film itu. Maka dari itu, mewakili dari teman-teman PW IPM sulsel meminta kepada PD IPM Wajo, tanpa terkecuali yang merasa mengedit kemudian memposting agar segera menghapus. Kita tidak anti, justeru kita sangat menghargai karya para pelajar apalagi jika melibatkan para pelajar, tetapi jika menciplak itu sama halnya menyontek dan menyontek itu adalah korupsi sementara korupsi adalah kejahatan kemanusiaan”, Tutupnya tegas.
(IR/RI)

BAGIKAN

Komentar Pembaca