Adanya Konflik Agama, Imigran Iran Enggan Kembali Ke Negaranya

0
69

Inspiratifnews.com – Makassar, Puluhan Imigran kembali berunjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di pelataran Gedung Menara Bosowa, rabu (9/8). Mereka berunjuk rasa dengan alasan adanya diskriminasi yang dilakukan oleh United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration  (IOM), selaku lembaga yang bertanggung jawab kepada pengungsi.

Salah satu Imigran Iran, Sodef Mohseni mengaku diperlakukan tidak adil oleh pihak UNHCR dan IOM. sebab keinginan mereka untuk mendapat hidup layak di Australia dan America Serikat tidak terpenuhi sampai saat ini.

“Sejak 2014 lalu, kami telah dijanji oleh UNHCR melalui perwakilan di Makassar untuk menindaklanjuti proses Imigran Iran untuk mendapat hidup layak di Australia dan Amerika Serikat. kami telah lama menanti, namun jawaban tetap sama “Tunggu Konfirmasi dari UNHCR di Jakarta”, jawab Sodef Mohseni dengan nada kesal.

Konflik Agama di Negeri Iran, merupakan alasan kami warga Iran untuk meninggalkan negara tersebut. dan bila kami kembali ke Iran lagi, kata Shodef Mohseni, Presiden Iran Hassan Rouhani akab menghukum kami jika kembali ke Iran, sebab kami dinilai telah melanggar aturan Pemerintah Iran, tukas Sodef yang beragama Non Muslim.

Padahal, baik UNHCR ataupun IOM adalah lembaga yang memastikan setiap pengungsimendapatkan hak yang sama untuk memperoleh perlindungan. Termasuk, pengaturan pemukiman kembali ke negara ketiga dengan melihat riwayat penentuan status pengungsi.

Ladan Shafiee (31), Imigran perempuan Iran pun senada dengan Shodef bahkan ia mengeluhkan jika selama hidup di wisma binaan UNHCR di Makassar, tidak bisa berbuat apa – apa. pengajar bahasa inggris selama 2 tahun di pengungsian pun dia tinggalkan.

“Karena tidak mendapat kepastian hidup, maka saya pun tinggalkan profesi saya sebagai pengajar bagi warga imigran di Wisma, ini buntut kekecewaan kami pada UNHCR dan IOM yang tidak memberikan kepastian pada kami”, papar Ladan.

Dalam keseharian Imigran Iran, yang tinggal di beberapa tempat seperti di wisma. Mereka mendapat biaya dari UNHCR sekitar Rp 1,2 juta per bulan untuk dewasa dan Rp 500 ribu untuk anak-anak.

Dikonfirmasi terpisah, pihak UNHCR yang diwakili IOM oleh Yance Namlea enggan memberikan keterangan pers terkait tuntutan imigran iran di pelataran gedung menara bosowa. (*)

 

 

Komentar Pembaca