Aksi Unjuk Rasa Warga Matua Tak Dapat Respon Dari Bupati Enrekang

0
15
Inspiratifnews-Enrekang  Sejumlah orang mendatangi kantor daerah Enrekang, Rabu (23/8/2017). Mereka berunjuk rasa menuntut penutupan Asphalt Mixing Plant (AMP) atau pabrik aspal di Dusun Matua, Kecamatan Alla.
Perwakilan massa sempat naik ke ruangan masing-masing pimpinan daerah untuk mengeceknya langsung. Alhasil, mereka baru membubarkan diri setelah berorasi dan benar-benar yakin pimpinan daerah tidak ada.
Kejadian semacam itu bukan yang pertama kalinya. Beberapa bulan sebelumnya, unjuk rasa yang berlangsung di depan kantor daerah juga tak mendapat respon dari Bupati Enrekang.
Aksi saling dorongpun sempat terjadi. Namun Kasat Sabhara AKP Mamat Rahmat juga tetap kekeuh tak mengijinkan masuk. Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, Massa pun menyetujui perwakilan dari mereka masuk mengecek beberapa ruangan. Akhirnya massa membubarkan diri setelah mengetahui tidak mendapati Bupati dan wakilnya.
“Karena berdampak merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan warga di sekitar tambang,” tegas salah satu pengunjukrasa, Mansyar Mayang.
Ini bukan pertama kalinya aksi unjukrasa digelar. Pengunjukrasa kembali datang, lantaran tidak pernah mendapat perhatian Bupati Enrekang, Muslimin Bando.
“Pak Bupati tidak pernah menemui kami. Dia memilih mendatangi acara lain, dibanding menemui rakyatnya,” koar Mansyar.
Seperti sebelumnya, unjukrasa kali ini juga dikawal puluhan anggota Kepolisian Resort Enrekang dan Satpol Pamong Praja.
Karena tak ditemui bupati, pengunjukrasa pun nekat merangksek masuk ke kantor Bupati Enrekang. Aksi ini mendapat perlawan dari aparat.
“Kami hanya ingin mengecek apa benar Bupati tidak ada, jangan sampai dia didalam dan sengaja tidak mau temui kami. Aparat jangan halangi kami, kami tidak akan anarkis. Ijinkan kami semua masuk,” tukas Mansyar.(*) 
loading...
BAGIKAN

Komentar Pembaca