Aktivis Kampus Masih Ada

0
17

Aktivis Kampus Masih Ada
Oleh: Muh. Iqbal Majied*

Inspiratifnews.com-Opini Beberapa hari yang lalu publik dihebohkan dengan aksi seorang aktifis BEM Universitas Indonesia yang bernama Muh. Zaadit taqwa yang dengan berani memberikan kartu kuning kepda presiden Jokowi yang hadir dalam acara dies natalis kampus paling bergengsi di republik ini yakni universitas Indonesia.

Sebagai mantan aktifis era orde baru saya sudah mulai skeptis atas gerakan kemahasiswaan yang sudah cenderung terdegradasi di era millenium saat ini. Fungsi control parlemen jalanan yang sejak zaman penjajahan selalu dimotori oleh mahasiswa dan biasanya direspon positif oleh kaum buruh dimana dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia sejak pra kemerdekaan hingga bergantunya orde baru ke orde reformasi semuanya diprakarsai oleh gerakan mahasiswa dan tercatat dalam tinta emas sejarah bangsa kita.

Kecemasan dan rasa prihatin semakin membuncah ketika menyaksikan fenomena aktifis jaman now semakin kehilangan integritas dengan semakin menipis dan memudarnya jiwa kritis dengan membiarkan penguasa semena-mena menzalimi rakyat dengan berbagai cara antara lain menaikkan harga BBM dan tabung gas secara silent, perlakuan diskriminasi kepada ulama yang dianggap kritis terhadap kebijakan yg tidak memihak kepada rakyat kecil yang dilabeli dengan ekstrimis, intoleransi dan anti kebhinekaan.

Di sisi lain penguasa sukses menerapkan sistem penggalangan kepada insan kampus sehingga tidak sedikit mahasiswa yang dibutakan dengan program pemerintah yang secara tidak langsung melakukan indoktrinasi belah bambu seperti adanya lembaga2 negara yang melaksanakan program lomba menulis dan membuat artikel yang bertajuk RADIKALISME, EKSTRIMISME dan tema2 sejenis yang menjanjikan hadiah yang sangat menjanjikan.

Tradisi sperti ini kita tidak jumpai dalam dunia aktifis di era orde baru kecuali di era orde lama dimana ada kelompok mahasiswa yang dirangkul oleh penguasa untuk menangkal pergerakan organisasi mahasiswa Islam seperti HMI, IMM dan GPI, situasi ini pada akhirnya membenturkan kekuatan parlemen jalanan alias gerakan mahasiswa pada saat itu.

Namun perasaan skeptis dan sedikit putus asa yang terpendam sekian lama akhirnya sedikit terobati dengan munculnya “KARTU KUNING” yang sejatinya harus dikeluarkan oleh seorang wasit pada sebuah perhelatan bola dan olahraga lainnya tetapi hari ini KARTU KUNING ini muncul dari ujung jari jemari seorang anak bangsa yang berani nan cerdas yang sudah muak menyaksikan keadaan negeri ini kian hari kian terpuruk namun segalanya dibungkus dengan pencitraan dari sang penguasa.

Semoga semakin banyak Zaadit-Zaadit lain yang lahir di berbagai kampus di seantero negeri agar semakin banyak pula aktifis yang peduli nasib rakyat yang semakin tidak menentu.

*Aktifis Mahasiswa era 9Oan dan aktif di IMM, MENWA dan berbagai organisasi intra dan ekstra kampus IAIN ALAUDDIN Makassar.

Komentar Pembaca