Angkasa Pura Logistic Diduga Monopoli, Asperindo : Biaya Terminal Naik 110 Persen

0
200

Inspiratifnews.com – Makassar, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Sulawesi Selatan, menggelar persidangan pertama dugaan monopoli usaha yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura Logistik, Selasa, di Gedung Keuangan Negara, jalan Urip Sumoharjo, Makassar (15/11/2016).

Sidang pertama ini adalah pembacaan dakwaan. Sidang yang dipimpin oleh Sukarmi sebagai ketua Majelis Komisi ini dihadiri juga oleh tim investigator, dan terlapor yaitu PT Angkasa Pura Logistik.

Investigator dari KPPU, Deni Julian Risakotta, mengatakan PT Angkasa Pura Logistik diduga telah melakukan monopoli usaha karena menguasai 3 sektor usaha di bandara Sultan Hasanuddin.

“PT Angkasa Pura menguasai 3 sektor bisnis di bandara antara lain adalah operator bandara, ekspedisi dan Regulated Agent. Sehingga ada dugaan perilaku diskriminatif terhadap konsumen,” ujarnya.

Sehingga menurutnya, setelah tim inversitagor menemukan berbagai alat bukti maka tim investigator menemukan bahwa telah terjadi pelanggaran Pasal 17 ayat 1 dan 2 UU No 5 tahun 1999 terkait praktek monopoli yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura Logistik di terminal kargo bandar udara internasional Sultan Hasanuddin.

Sementara itu menurut Ketua Majelis Komisi, Sukarmi, mengatakan bahwa sidang akan dilanjutkan 7 hari berikutnya setelah sidang pertama.

“Sidang kedua akan dilakukan tanggal 24 mendatang. Agendanya adalah tanggapan balik dari terlapor serta mengajukan data-data saksi dan ahli,” ujarnya.

Sukmi berharap, dengan adanya perkara ini akan menjadi pelajaran bagi Angkasa Pura untuk tidak menerapkan hal serupa.

“Kemarin sudah terjadi di Jakarta (kasus serupa) tapi tidak sempat menjadi perkara. Dengan kasus ini menjadi perkara, mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi di bandara-bandara lain,” ujarnya.

Menurut Sukmawati, KPPU melalui tim investigator sudah lama melakukan penyelidikan terhadap dugaan praktek monopoli ini.

“Satu tahun tim investigator menyelidiki. Dan saya kira dengan dua alat bukti yang ada kita sudah bisa melanjutkan ke persidangan selanjutnya,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua, Assosiasi Pengiriman Ekspress Indonesia (ASPERINDO) Sulawesi Selatan, Rudolf Rudi dengan kebijakan monopoli oleh Angkasa Pura Logistik. para pengusaha dibidang logistik yang tergabung kedalam Asperindo mengalami kerugian, imbuhnya.

“Iya, Pihak kami menduga kebijakan monopoli oleh Angkasa Pura Logistik yang menyebabkan biaya terminal dan pergudangan outgoing naik 110%, dari yang tadinya Rp.500/kg menjadi Rp.1.050/kg dengan konsesi total Rp.1.090/kg.

Sangat jelas kenaikan biaya terminal selama 1 tahun terakhir. kami juga apresiasi dan serahkan sepenuhnya KPPU menindaklanjuti persidangan ini”, tegas Rudolf Rudi.

Sementara, pihak Angkasa Pura menanggapi hal ini dengan bersifat koperatif mengikuti jalannya persidangan, Sekretaris Corporate Perusahaan Angkasa Pura Logistic, Giena Sembada membantah jika pihaknya menghalang – halangi perusahaan serupa untuk bersaing dibisnis logistic.

“Ketentuan dan regulasi sangat jelas diperaturan kementerian, jika kami tidak mentaati maka Angkasa Pura Logistic juga melanggar hukum, bahkan mengherankan jika bandara hasanuddin digugat terkait permasalahan monopoli logistic sementara bandara lain tidak seperti ini”, tandasnya saat ditemuai awak media seusai persidangan. (*)

Komentar Pembaca