Antara Palekko dan Aleppo

0
149

Antara Palekko dan Aleppo

Oleh : Abd. Gafur Ibrahim*

Inspiratifmews.com-Opini Palekko mungkin sudah menjadi sebuah kata yang tidak lagi asing ditelinga masyarakat Sulawesi Selatan bahkan masyarakat Indonesia secara umum khususnya para penikmat kuliner, makanan yang sering kita jumpai di wilayah Ajatappareng khususnya didaerah Kabupaten Sidrap dan Pinrang merupakan sebuah makanan khas yang berbahan dasar daging bebek atau ayam diolah dengan cita rasa yang sangat menggairahkan dengan rasa pedas luar biasa yang menjadi cri khas masakan palekko tersebut, lalu apa hubungannya dengan Aleppo ?

Mungkin kata Aleppo tidak sefamiliar kata Pelekko, mungkin ada yang betanya-tanya apa sih itu Aleppo, tapi saya yakin tidak sedikit juga yang sudah tau tentang apa itu Aleppo apalagi kata tersebut cukup sering muncul dipemberitaan beberapa waktu belakangan ini meskipun tidak seheboh antusias masyarakat terkait peluncuran film AADC2, apatah lagi jika ingin dibandingkan dengan pemberitaan Pengeboman di Paris yang katanya kota paling romantis didunia itu, pemberitaan tentang Aleppo tidak apa-apanya dipemberitaan media kita apalagi media raksasa yang ada di Amerika sana lebih-lebih jadi trending topic di media sosial hal tersebut sepertinya lebih mustahil lagi.

Terus apa hubungannya dengan Palekko??

Baiklah akan saya jelaskan sedikit tentang apa itu Aleppo, Aleppo adalah kota terbesar kedua di Suriah setelah Damaskus, Aleppo juga merupakan salah satu kota tertua didunia sudah ada sejak 2000 tahun sebelum masehi dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa, kenapa dengan Aleppo??
Mungkin sudah terdengar sayup-sayup ditelinga kita tentang apa yang terjadi dengan kota berpenduduk muslim dengan deskriptif luar biasa ketika kita melihat sejarahnya, yang sepertinya sejarah tersebut akan menjadi tinggal kenangan saja.

Saya disini akan berbicara tentang kemanusiaan sebagaimana yang saya pahami terlepas saya sebagai seorang muslim dan seorang kader di organisasi kemahasiswan islam, saya akan mencoba memahami dari sisi kemanusiaan terlepas dari konflik antara oposisi dengan rezim penguasa saat ini, tidak terlepas pula dari keterlibatan Amerika dan sekutunya serta kehadiran pihak Rusia yang menurut subjektifitas saya adalah menjadi bagian daripada rekayasa peradaban yang menjadi mainan Amerika dan sekutunya.

Berdasarkan dari berbagai informasi yang saya dapatkan dari beberapa media bahwa ketika protes anti pemerintah meletus disuriah sejak maret 2011 yang lalu, rezim penguasa berusaha tetap mempertahankan posisi Aleppo dalam wilayah kekuasaannya akan tetapi konflik yang semakin memanas hingga pada akhirnya Aleppo jatuh ke tangan pihak Oposisi. Pertempuran di kota Aleppo dimulai sejak Februari 2012 yang pada akhirnya menghancurkan bangunan – bangunan bersejarah bahkan mesjid yang telah berdiri sejak perdababan islam hadir di Aleppo kini tinggal puing – puingnya saja. Oleh karena itu pihak penguasa terus berusaha untuk merebut kembali kota Aleppo dengan menjatuhkan bom – bom berdaya ledak tinggi yang akhirnya meluluhlantahkan peradaban aleppo tersebut, selain berhadapan dengan pihak rezim penguasa pihak oposisi juga sering bertikai dengan kelompok ISIS.

Masyarakat sipil semakin tertekan ketika rusia mengumumkan akan terlibat dalam perang di Suriah untuk membantu pihak penguasa hingga April 2016 serangan rezim dan sekutu terus berlangsung dan menyebabkan korban sipil semakin bertambah banyak.
Hingga saat ini ribuan korban dari masyarakat sipil, wanita bahkan anak anak menjadi korban ledakan bom yang membombardir wilayah Aleppo, tapi hal tersebut belum membuka mata dunia internasional, bahkan terkesan membiarkan proses dehumanisasi yang terus menerus menelan korban jiwa yang hampir tiap detiknya berjatuhan, lalu dimana negara negara yang selalu berteriak tentang Hak Asasi Manusia? Dimana lembaga lembaga internasioanal yang selalu menyuarakan Hak Asasi Manusia itu? Ataukah memang HAM itu hanya untuk golongan tertentu saja? hanya milik suku bangsa tertentu saja?hanya milik daripada negara negara adidaya itu? Mengapa ketika kejahatan kemanusiaan itu terjadi di negara negara eropa dan Amerika saja media media internasional bahkan media lokal begitu sibuk mengutuk dan meberitakan rasa duka yang dialami para korban??Apakah itu sebuah kebetulan? Ataukah memang sudah menjadi rekayasa global para pemegang kendali dunia untuk mengarahkan dunia pada satu tatanan yang tidak lagi memiliki sensitifitas kemanusiaan ?.

Hal tersebut membuat rasa kemanusiaan kita begitu teriris, jauh lebih perih ketimbang rasa pedas makanan Palekko dengan level kepedasan tertinggi sekalipun, ketika Palekko rasa pedas merupakan tantangan dalam menikmati ciri khas makanan tersebut, tapi tidak dengan apa yang terjadi di Aleppo kejahatan kemanusian yang terjadi disana telah mencabik-cabik kodrat kemanusiaan kita yang pada akhirnya menempatkan kita pada posisi terendah kita sebagai manusia jauh dibawah posisi binantang.

Saya hanya bisa berdoa untuk kemanusiaan kita, juga untuk kenaifan dan kemunafikan serta keserakahan kita terhadap dunia yang membutakan mata kita dalam melihat situasi dunia yang sedang bergejolak, semoga kita semua tersadarkan bahwa ini bukan tentang Aleppo saja, bukan tentang Palestina saja, bukan tentang Irak Saja, bukan tentang Rohingya saja tapi ini tentang sensitifitas rasa kemanusiaan kita sebagai seorang manusia dan untuk semua tragedi kemanusiaan yang terjadi di seluruh penjuru dunia, kita semua mengutuk dan mengecam para pelaku kejahatan kemanusiaan apapaun jabatannya, apapaun sukunya, apapun bangsanya sehebat apapun negaranya dan apapun agamanya. Dunia ini mampu memenuhi seluruh kebutuhan manusia tapi tidak sanggup memenuhi keserakahan satu orang pun.

Silahkan menikmati hindangan Palekko dengan sensasi rasa pedas itu tapi sekali sekali liriklah saudara saudara kita di Aleppo sana yang sedang menikmati pedisnya tragedi kemanusiaan yang menimpa mereka, berdoalah karena hanya persoalan waktu tragedi tersebut akan mengarah kepada kita, semoga saja tidak.

Nikmatilah Palekko anda sebelum anda menjadi Aleppo selanjutnya…!

*Sekretaris Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) IMM Kota Makassar

Komentar Pembaca