Antisipasi Teror, BAPETEN Kini Memiliki Software Nuklir

0
17
Dari Kiri Ke Kanan : Abdul Qohhar T. E. P (Kabag Humas BAPETEN), Jazi Eko Istiyanto (Kepala BAPETEN),Ketua STMIK DIPANEGARA, dan Khoirul Huda (Deputi Perizinan dan Inspeksi)

Inspiratifnews.com – Makassar, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), berfungi untuk mengawasi dan mengeluarkan ijin penggunaan alat – alat Nuklir. sesuai dengan UU No. 10 tahun 1997 tentang ketenaganukliran.

Dimana, BAPETEN adalah menjamin keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan hidup dari potensi bahaya radiasi. Seiring keberadaan teknologi informasi, pengawasan tidak dapat dilepaskan dari fungsi BAPETEN.

Sejauh ini, Kata Jazi Eko Istiyanto, pemanfaatan teknologi Nuklir lebih didominasi oleh bidang kesehatan. proses pengawasan Nuklir dilakukan secara berkala, namun BAPETEN tidak lagi menggunakan metodologi konvensional dalam melaksanakan 3 pilar pengawasan yaitu peraturan, perizinan, dan inspeksi, melainkan tengah merambah pemanfaatan teknologi informasi, papar Kepala BAPETEN ini.

Jazi Eko Istiyanto menambahkan, jika potensi ancaman melalui jaringan komputer pernah menghantui Indonesia belum lama ini, ancaman tersebut berupa tidak berfungsinya sistem informasi dibeberapa Rumah Sakit di Indonesia, seperti halnya juga ancaman teror beberapa waktu lalu, ungkapnya seusai Seminar Nasilonal Cibersecurity Dalam Keselamatan dan Keamanan Nuklir di STMIK DIPANEGARA Makassar, Jum’at (11/8).

Olehnya itu, BAPETEN telah memiliki Software Nuklir yang telah digunakan sejak Januari 2016 lalu, Software Nuklir ini diberi nama B@LIS singkatan dari BAPETEN LICENSING and INSPECTION SYSTEM. terobosan baru ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi – fungsi pengawasan BAPETEN.

Sehingga dipandang perlu, untuk disosialisasikan di kalangan Mahasiswa yang ahli dibidang Teknologi Informasi khususnya STMIK DIPANEGARA guna memahami aspek keselamatan dan keamanan nuklir terutama terkait keamanan Sistem Informasi dan Keamanan Jaringan Sistem Informasi. (*)

loading...

Komentar Pembaca