APJII: Aplikasi Lokal Juga Bisa Bersaing

0
22

Inspiratifnews.com-Tekno, Sekretaris Jendral Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Henri Kasyfi, mengatakan tingginya angka pengguna internet di Indonesia yang mencapai 88,1 juta dari 252,4 juta total jumlah penduduk menyebabkan Indonesia menjadi pasar yang sangat menggiurkan bagi aplikasi-aplikasi global. Artinya negeri ini hanya menjadi pasar semata.

Menurut Henry, negeri ini telah menyumbang ‘kejayaan’ bagi Over The Top (OTT) global sebesar Rp 14 triliun per tahun.

“Tak tanggung-tanggung Indonesia menyumbang 14 Triliun rupiah per tahun untuk aplikasi global. Misalnya saja Facebook sebesar US$ 500 Juta, Twitter mencapai US$180juta, dan Linkedin mencapai US$90 Juta,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (23/1).

Lebih lanjut Henry menyatakan, sebaiknya masyarakat Indonesia memberikan kesempatan untuk aplikasi lokal untuk berkembang meski agak terlambat.

“Secara teknologi, aplikasi lokal tak kalah. Hanya waktu mereka datang saja yang kurang tepat. Masyarakat Indonesia sudah terlanjur menggunakan aplikasi luar. Jika tiba-tiba diblok maka banyak masyarakat yang protes, karena data-data mereka sudah terlanjur tersimpan disana. Bisa dibilang aplikasi lokal seperti bayi yang bersaing dengan orang dewasa yang sudah banyak pengalaman,” tuturnya.

Sementara itu, Adie Marzuki, CEO Teknopreneur Indonesia menambahkan, aplikasi mobile merupakan perangkat pendukung yang menjadi subsektor dari industri-industri lain yang akan berkembang. Saat ini sektor aplikasi mobile masih berada pada kurva belajar. Untuk mendorongnya menjadi industri yang matang harus dilakukan bersama-sama sektor-sektor lainnya agar dapat terbentuk ekosistem.

Salah satu cara untuk membentuk ekosistem digital yaitu melaksanakan sebuah kegiatan yang disebut Liga Digital Indonesia. Liga ini dibentuk bertujuan untuk memunculkan aplikasi-aplikasi nasional unggulan yang selanjutnya didorong agar dapat bersaing dengan aplikasi-aplikasi global yang selama ini mendominasi pasar nasional. Sekaligus bisa memperkuat keberadaan ekosistem digital nasional. Liga ini juga dibentuk agar jumlah dan kualitas developer- developer lokal meningkat, sehingga menambah daya saing. (ish)

Komentar Pembaca