Aset Perbankan Syariah Melambat di Sulsel

0
183
Otoritas Jasa Keuangan Regional 6 Dilampaui merilis pertumbuhan aset Jasa Keuangan, Asuransi, dan Perbankan di Goedang Popsa, Kamis (9/3).

Inspiratifnews.com – Makassar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan merilis perkembangan jasa keuangan, asuransi dan perbankan awal tahun 2017 di propinsi ini, Goedang Popsa, kamis (9/3).

Kepala Regional 6 OJK Sulampapua, Bambang Kiswono, mengatakan Pertumbuhan ekonomi Jasa Keuangan dan Asuransi di tahun 2016 sebesar 13,63% lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi sulsel 7,41%, namun pada bulan Januari tetap menunjukkan pertumbuhan yang baik meski tingkat resiko yang terjaga.

Disisi lain, kata Bambang, perkembangan aset Perbankan Syariah masih melambat dengan pertumbuhan -3,36% yoy, indikator DPK dan pembiayaan masih dapat tumbuh masing – masing 10,36% dan 3,46% yoy, dengan market share terhadap total aset industri bank umum sebesar 5,3%, ungkapnya.

Sementara itu, Pertumbuhan yang baik juga terlihat pada perkembangan jumlah rekening DPK Syariah yang tumbuh 17,06% menjadi 387.774 rekening, serta jumlah pembiayaan syariah sebesar 979.751 rekening tumbuh 29,13% yoy, selanjutnya intermediasi bank umum syariah juga masih di level yang tinggi sebesar 145%, dengan NPF terjaga di angka 3,02%, Bambang menjelaskan.

Dia juga menjelaskan, melambatnya pertumbuhan aset perbankan syariah terkendala oleh 3 faktor yakni Minimnya Literasi tentang Perbankan Syariah pada masyarakat, keterbatasan Sumber Daya Manusia, dan Minimnya Pelayanan Informasi Teknologi Jasa Keuangan Syariah, bila dilihat secara kasat mata layanan perbankan konvensional telah memadai dan menjangkau hingga ke pelosok berbanding terbalik dengan Jasa Keuangan, Asuransi dan Perbankan Syariah, tutur Bambang.(*)

Komentar Pembaca