B2 dan B3 Tumbuhkan Minat Baca Anak Lorong

0
72

Inspiratifnews.com,Makassar-Abdul Muhsin, S.  Pd,  M. Pd,  merupakan salah satu fasilitator daerah (fasda) program buku bacaan berjenjang (B3) kota Makassar setelah sukses membelajarkan buku besar (B2) dan buku bacaan berjenjang (B3) di kelas III SDN kakatua Kec. Mariso,  kini menyasar anak-anak lorong di jalan Manuruki IX Lr. 4 yang sering mangkal dan bermain riang gembira sambil menyapanya setiap kali lewat menuju warung bakso ibunya, (27/3/2016).

Muhsin saat dikonfirmasi mengatakan awalnya secara tidak sengaja membawa buku besar atau big book (B2) saat berkunjung bersama istri ke warung bakso ibunya, saat itupula terlintas dalam pikirannya, bagaimana jika dia mengajak anak-anak tersebut bermain sambil membaca? Lalu dikeluarkanlah B2 tersebut sambil mendekati mereka dengan harapan ada diantara mereka yang bertanya dengan buku yang dibawanya. Ternyata betul, ada beberapa anak-anak yang bertanya dengan logak Makassarnya, “Apa itu kita bawa pak guru? Besarna di?”, tanya anak-anak tersebut dengan nada lugunya.

Setelah itu, Muhsin membiarkan mereka melihatnya terlebih dahulu tanpa memberikan respon apa-apa sampai mereka mendekat ke arahnya dan berkata lagi, “Liat dulu pak guru”, “Pinjam dulue pak guru”, “Iye tawwa, pinjam dulue pak guru”, pintah salah seorang dan diikuti oleh teman-temannya yang lain.

Karena bukunya hanya satu, maka dia tidak meminjamkannya, dan akhirnya sang istri sampaikan, “Satuji bukunya pak guru nak, kalau mauki sinimeki sama-sama didekat gerobak baksonya pak guru, baru disituki sama-sama bacai karena ada bale-bale disitu”, ucap sang istri,  dan mereka semua pun segera bergegas ke tempat yang dimaksud.

“Setelah kami menyelesaikan proses membaca bersama pada hari itu dan diulang pada hari-hari berikutnya, saya melihat sangat jelas terlukis dari wajah mereka, sikap antusiasme, kegembiraan dan kegemaran dalam memulai membangun budaya baca di sebuah lorong”, jelas Muhsin. 

Tidak jarang ketika mereka mendengar bunyi motor saya, yang baru saja memasuki lorong, merekapun secara serentak berteriak dan meminta untuk membaca lagi.  “Pak guru-pak guru, membaca dulue”, pintahnya.

“Alhamdulillah setelah beberapa kali kami melakukan kegiatan membaca, hampir semua anak jika bermain, mereka sambil membawa buku, ada yang membawa komik, buku cerita, buku gambar, buku pelajaran, dan bahkan ada yang membawa koran”, tutup Muhsin.

Salah satu buku yang dibelajarkan juga adalah buku bacaan berjenjang (B3), yaitu buku bacaan yang didesain tidak berdasarkan tingkatan kelas tetapi berdasarkan tingkat kemampuan membaca anak yang terdiri dari enam jenjang dan terdapat gambar-gambar yang menarik disetiap halamannya.(Rilis)

Komentar Pembaca