Baliho Festival F8 Tanpa Ical, Danny Disebut “Makan Siang Sendiri”

0
159

 

Inspiratifnews.com – Makassar, Sepintas tampak baliho Eight Festival and Forum atau F8 yang tersebar di banyak tempat di Kota Makassar, tidak ada yang salah. Tapi bagi sebagian masyarakat, baliho ini terasa ada yang hilang, karena hanya memajang gambar Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto, tanpa didampingi Wakilnya, Syamsu Rizal.

Sejumlah kalangan berspekulasi tentang hubungan keduanya yang mulai renggang. Benarkah ini menunjukkan Danny-Ical tak lagi akur?

Pengamat pemerintahan, Arief Wicaksono, melihatnya sebagai hal yang tidak lazim. Ia khawatir, kondisi serupa akan terulang di event-event berikutnya dan ini bisa menimbulkan bermacam-macal penafsiran di masyarakat.

“Saya juga heran kenapa Danny tidak didampingi Ical. Padahal inikan event internasional,” tuturnya, Jumat 9 September 2016.

Arief berpendapat, ada kesan kurang kompak pada keduanya. Jika tidak segera cair, bisa berefek buruk pada pelayanan masyarakat.

“Kurang kompaknya pemerintahan akan memberikan dampak pada pencapaian visi misi pemerintahan, bahkan berdampak pada pelayanan masyarakat. Karena di lapangan tentu akan terbentuk kubu-kubu, sehingga pecahan tersebut tentu akan sangat menganggu pelayanan,” terangnya.

Apakah ini bagian dari kompetisi politik keduanya? Arief mengatakan bisa saja. Tidak menutup kemungkinan memang kata dia, ajang F8 dijadikan momentum bagi Danny untuk mengangkat citra politiknya.

Sehingga Ical pun tidak diikutkan dalam alat promosinya. Asumsi seperti ini menurut Arief, bisa muncul di masyarakat kalau keduanya tidak pandai-pandai menjaga harmonisasi.

Senada dengan Arief, peneliti sosial dan publik, Andi Tenri Sukma mengatakan, Danny sedang memainkan politik intrik, dia “makan siang sendiri” dan melupakan teman sejalan.

“Begitu kira-kira analoginya. Dia sedang memainkan politik pencitraan dengan cara tidak mengikutkan Ical. Dia main sendiri. Kalau Ical ada kan bahaya. Ical bisa ikut populer di F8,” jelasnya.

Tenri melihat Danny mulai fobia pada Ical, karena bakal jadi rival beratnya di 2018 nanti. Lebih tidak etis kata dia, di baliho itu, terpajang gambar para camat dan kepala SKPD.

Menurutnya, tidak pantas camat dan kepala SKPD memajang dirinya di baliho itu, kemudian Wawali tidak diikutsertakan. Seakan-akan, Ical tidak mendukung F8.

“Itukan aneh. Masa wawali tidak ada gambarnya, justru pak camat dan kadis ada. Atau mungkin memang Ical tidak setuju F8. Begitu ya?,” katanya.

Dikatakan Tenri, secara etika pemerintahan, tidak etis gambar Danny dipajang tunggal. Karena mereka dipilih dan diangkat secara berpaket. Jadi antara Danny dan Ical merupakan satu kesatuan.

“Saya juga melihat efek psikologinya buruk. Para camat dan kepala SKPD seolah-olah atasannya cuma Pak Danny. Ical tidak. Padahal kan atasan mereka itu dua, Danny dan Ical,” pungkasnya.

Tenri mengingatkan, camat dan kepala SKPD tidak ikut tergiring dalam permainan politik seperti ini. Banyak pemerintahan katanya, yang gagal akibat tidak harmonisnya kepala daerah dan wakilnya. “Jangan sampai Makassar juga begitu,” pungkas Tenri dengan tegas.

Ditanya mengenai hal tersebut, Deng Ical, hanya tersenyum dan mngatakan, tidak apalah. Selanjutnya, menyatakan no comment.(*)

Komentar Pembaca