Bantaeng akan buat perda pendidikan

0
130
Keterangan Foto dari Kanan ke Kiri; Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kepala Bappeda, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Provincial Coordinator USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan, Technical Coordinator B3 USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan
Keterangan Foto dari Kanan ke Kiri; Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kepala Bappeda, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Provincial Coordinator USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan, Technical Coordinator B3 USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan

Bantaeng Akan Buat Perda Pendidikan
Citizen Report : Sulaiman Mamma*

United States Agency for International Development (USAID) menggelar Lokakarya Perencanaan Kabupaten Program Buku Bacaan Berjenjang (B3) Kabupaten Bantaeng yang dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng (15/1/2016).

Pada lokakarya tersebut dihadiri oleh Bapak Sekretaris Daerah Abd. Wahab, Kepala Bappeda, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama serta beberapa jajaran stakeholder Pendidikan di Kabupaten Bantaeng. Lokakarya tersebut dibuka langsung oleh bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, dalam sambutannya beliau mengajak kepada semua stakeholder untuk berperan aktif dalam mendukung program Buku Bacaan Berjenjang dengan membuat perencanaan yang lebih membumi dalam artian merencanakan suatu program yang bisa dilakukan da nada impact-nya. Bapak Bupati Bantaeng sendiri dalam membuat suatu perencanaan tidak terlalu tinggi dan mudah dipahami oleh semua kalangan, pada intinya rencanakan yang mudah untuk diaplikasikan, sehingga dampaknya nyata dan berguna untuk halayak ramai. Pemerintah Daerah sangat mendukung peningkatan budaya baca apalagi kalau ditujukan kepada masyarakat secara luas. Di Kabupaten Bantaeng telah kita galakkan budaya baca mulai  dari tingkat kecamatan dan desa termasuk tempat-tempat ibadah dan kerjasama dengan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan dibawa koordinasi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bantaeng.

Hamsah selaku Tehnical Coordinator Program B3, mengatakan bahwa salah satu faktor lahirnya Program B3, berangkat dari beberapa faktor diantaranya hampir rata rata minat baca peserta didik (kelas awal) sangat rendah sehingga Indonesia kalah telah dari negara negara lain, begitu juga dgn peserta didik banyak yg tahu membaca tetapi hampir rata-rata tidak paham dgn apa yg dibacanya. Oleh sebab itu, USAID PRIORITAS bekerjasama YAYASAN Literasi Anak Indonesia mengembangkan Buku Bacaan Berjenjang yang merupakan salah satu program pengembangan keterampilan membaca di Republik Indonesia.

Kedepannya USAID PRIORITAS akan mendonasikan Buku Bacaan Berjenjang sebanyak 600 buku bacaan berjenjang, terdiri dari 75 judul buku bacaan, 8 Buku Besar, 6 Buku Panduan Guru, dan Lembar Kerja Siswa. Paket dari donasi buku tersebut adalah pelatihan penggunaannya bagi guru-guru kelas awal, kepala sekolah dan pengawas yang dilaksanakan secara diseminasi di tingkat gugus atas kerja sama sekolah Dinas Pendidikan dan Kemenag dan USAID PRIORITAS.

Dra. Estha Karim, M.I.Kom selaku Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bantaeng, mengatakan dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat kami telah melakukan beberapa program seperti yang telah disebutkan oleh Pak Sekda tadi pada saat pembukaan. Cuman untuk masuk ke sekolah-sekolah, kami belum memiliki regulasi. Olehnya itu kami berterima kasih sekali kepada USAID PRIORITAS telah melibatkan kami pada pertemuan kali ini, mudah-mudahan kedepan ada sebuah kesepakatan Antara Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Supaya kami bisa memberikan pelatihan dan membina kepada Kepala Sekolah dan pengelola perpustakaan terkait tata kelola perpustaan.

Lanjut Muhammad Haris, dalam meningkat budaya baca kepada peserta didik, di sekolah telah kami bentuk sudut-sudut baca, taman baca, pojok baca dan bahan ada kanting baca. Kalau memang kedepan kantor perpustakaan dan arsip daerah menawarkan kerjasama dalam bentuk sebuah MoU seperti yang disebutkan tadi, maka saya selaku Kabid Dikdas Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantaeng menerima baik tawaran tersebut. Sekiranya itu merupakan solusi dalam meningkatkan minat baca peserta didik, sehingga nantinya Bantaeng menjadi Kabupaten Gemar Membaca.

Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng, Prof. DR. Ir. H. Syamsu Alam, MSi, akan mengakomodir dan menginisiasi pertemuan dengan para stakeholder pendidikan untuk menggodok regulasi yang telah didiskusikan pada lokakarya kali ini. Regulasinya nanti apakah dalam bentuk MoU, Peraturan Bupati atau Peraturan Daerah, katanya pada saat menutup lokakarya tersebut.

*Program Assistant Makassar, Takalar & Bantaeng USAID PRIORITAS South Sulawesi

Komentar Pembaca