BEI Mendorong Peningkatan Likuiditas Pajak

0
54

Inspiratifnews.com – Makassar, Pasar Modal Indonesia menyambut gembira program amnesty pajak yang saat ini tengah berlangsung dan juga siap menjadi garda terdepan dalam hal penyerapan dana repatriasi.

Bursa Efek Indonesia (BEJ) tidak ingin kehilangan kesempatan berharga karena repatriasi dana amnesty pajak nantinya diharapkan akan mendorong peningkatan likuiditas di pasar, selain juga dapat memberikan alternatif investasi jangka panjang yang potensial bagi masyarakat, fahmin amirullah selaku kepala BEI Makassar, kamis 25 agustus.

Ia menambahkan, Dalam menjadi garda terdepan penyerapan dana repatriasi, nantinya dana tersebut dapat masuk ke pasar modal melalui 2 pintu yaitu : manajer investasi (MI) melalui Kontrak Investasi Kolektif (KIK) atau Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dan perantara pedagang efek (broker) melalui perjanjian persyaratan pembukaan rekening dana nasabah.

Sementara itu, dari sisi infrastruktur yang dimiliki oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sangat siap, dapat dilihat dari kapasitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia saat ini mampu menampung order hingga 5juta order, dengan 2,5 juta transaksi dan kecepatan proses mencapai 2500 order per detik, ujar fahmin.

Namun demikian, kapasitas perdagangan di BEI tersebut baru terutilisasi sekitar 10% hingga saat ini. sebagai informasi, kecepatan perputaran saham BEI saat ini hanya sebesar 21%. jumlah tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan thailand di kisaran 70%, singapura 39% dan malaysia 39%, terang fahmin.

Artinya, Pasar Modal Indonesia tidak akan terguncang meskipun menerima dana besar dari repatriasi amnesty pajak karena masih mampu menyerap transaksi saham senilai rp.15triliun/hari atau sekitar rp. 300 triliun selama satu bulan. hal ini tentunya menjadi potensi dan peluang yang sangat baik jika dana repatriasi berhasil masuk ke pasar saham.

Untuk itu, dalam rangka menyukseskan amnesty pajak perlu dilakukan publikasi atau pemasaran yang masif, melakukan pendekatan sosiologi ke wajib pajak, kerahasiaan terkait penggunaan informasi yang wajib pajak deklarasikan, tarif tebusan yang rendah, dan sanksi keras bagi wajib yang tidak patuh.

Publikasi atau pemasaran yang masif dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan Workshop jurnalis dalam mengkampanyekan program amnesty pajak serta program nasional Yuk Nabung Saham bersama dengan jurnalis makassar.

Hadir sebagai pembicara, kepala bagian pengawas pasar modal kantor regional 6 OJK, Andri Arfan. Kepala kantor perwakilan BEI Makassar, Fahmin Amirullah, dan Kepala Unit Pemeriksaan KSEI, Fatriyanto. serta perwakilan KPP Pratama Makassar Selatan, Hayyul Iman dan Mushlih Saleh.(*)

Komentar Pembaca