Belajar Demokrasi Ke Singapura (Sisi Lain Dilantiknya Halimah Yacob Sebagai Presiden)

1
83

Belajar Demokrasi Ke Singapura

(Sisi Lain Dilantiknya Halimah Yacob Sebagai Presiden)

Oleh : Haidir Fitra Siagian*

loading...

Inspiratifnews.com-Opini Terpilihnya Halimah Yacob sebagai Presiden Singapura periode enam tahun ke depan, mendapat sambutan hangat dari rakyat Indonesia. Ini dapat dilihat dari pemberitaan media massa nasional yang mengangkat Halimah sebagai topik pemberitaan. Kedua dilihat dari status pada media sosial para netizen yang memebrikan apresiasi terhadapa permepuan keturunan etnis melayu tersebut. Sambutan ini juga dapat dilihat dari tiga hal.

Pertama, karena  Halimah merupakan seorang Muslimah dan seorang dari komunitas Melayu. Penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam dan beretnis Melayu, memandang ada kesamaan dari segi ideologi dan kesamaan budaya.

Kedua, dia adalah seorang perempuan dan ini dipandang langka, karena biasanya yang menjadi pemimpin di kawasan ASEAN adalah seorang lelaki. Meski sebenarnya sudah pernah ada Presiden Megawati Soekarno Putri di Indonesia serta Cory Aquinoot dan Gloia Macapaqal Arroyo di Filipina. Kemudian, Halimah muncul dari satu kelompok minoritas. Ini dapat dijadikan sebagai semacam rujukan bagi orang Indonesia untuk menerima kalangan minoritas sebagai pemimpin.

Ketiga hal ini yang menjadi alasan bagi sebagian rakyat Indonesia, dengan menunjukkan hal ini sebagai satu prestasi demokrasi dan kemajuan yang luar biasa.

Di Singapura, peran seorang presiden tidak begitu penting. Karena dia lebih banyak berperan dalam acara seremonial, karena sebenarnya yang memimpin pemerintahan adalah seorang Perdana Mentri. Dengan demikian Presiden tidak memiliki kewenangan dalam bidang pemerintahan, termasuk dalam mengambil kebijakan politik. Walaupun demikian, dewasa ini Singapura telah mengamandemen konstitusinya dengan menambah kewenangan Presiden antara lain memveto atau tidak menyetujui beberapa proposal pemerintah.

Berdasarkan hal ini, dapat dikatakan bahwa keberadaan Halimah Yacob sebagai Presiden sangat berbeda dengan kedudukan seorang presiden di Indonesia atau Filipina misalnya. Dimana kedudukan seorang presiden adalah berfungsi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Oleh karena, terpilihnya Halimah sebagai Presiden Singapura, akan sangat sulit untuk mendorong kemajuan atau mengakomodir kepentingan golongannya, sebab yang paling mereka utamakan adalah kepentingan nasional.

Namun demikian, menurut saya, terpilihnya Halimah sebagai presiden dapat dijadikan sebagai model demokrasi di Indonesia. Dipilih secara sederhana, dalam tempo yang singkat, tanpa hura-hura, bukan dari anggota partai politik, biaya murah, calonnya sudah teruji secara profesional dan memiliki wawasan global serta demokratis.

Sebab yang dikatakan demokratis adalah jika proses pemilihan itu sesuai dengan konstitusi yang berlaku, tidak ada perlawanan dari rakyat banyak dan memenuhi harapan sebagaian besar rakyatnya. (*)

*Alumni Program Doktor Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Pengamat Politik Asia dan Dosen Komunikasi Politik UIN Alauddin Makassar.

BAGIKAN

Komentar Pembaca