Benda Pusaka Balla Lompoa Dibobol, Ini Kata Maddusila

0
153

Inspiratifnews.com – Makassar – Selepas Bupati Gowa, Adnan Purichita Yasin Limpo dilantik sebagai Ketua Lembaga Adat Gowa, kamis 8 september menuai penolakan sejumlah masyarakat pemerhati dan pelestarian budaya Kerajaan Gowa.

Raja Gowa ke-37, Andi Maddusila Karaeng Idjo mengatakan bahwa pengangkatan Sombayya Ri Gowa oleh Bupati Gowa Adnan YL merupakan tindakan yang tidak tahu adat istiadat dan Budaya Kerajaan Gowa, disertai pembobolan benda pusaka di Balla Lompoa.

Dokumentasi inspiratifnews.com
Raja Gowa Ke 37, Andi Maddusila Karaeng Idjo. Dokumentasi inspiratifnews.com

Ia pun telah melaporkan peristiwa pembobolan ini pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna membatalkan Perda Kabupaten Gowa perihal pengangkatan Bupati Gowa menjadi Ketua Lembaga Adat Raja Gowa.

“Kalau Legalitas Kerajaan Gowa hanya bisa dibatalkan oleh Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi tetapi kalau Perda, yang bisa membatalkan itu adalah Kementerian Dalam Negeri” Kata Maddusila sembari menunjukkan legalitas pendirian Lembaga Perkumpulan Kerajaan Gowa pada awak media dikediamannya.

Menurutnya, pembobolan Istana Balla Lompoa dan kamar tempat penyimpanan benda pusaka yang dilakukan oleh Kasatpol PP Kabupaten Gowa, Alimuddin Tiro adalah tindakan melanggar hukum, dan pihaknya segera melaporkan ke pihak berwajib.

“Anda (Alimuddin) adalah aparatur negara, tidak semestinya berprilaku kurang pantas pada masyarakat, apalagi melakukan pembobolan benda pusaka di Balla Lompoa, kami meminta agar mereka semua sadar, jangan hanya untuk merebut kekuasaan tetapi malah mengancam pelestarian budaya, tutur maddusila.

Nampak hadir, Andi Irman Nur Parandrang, dari Keturunan Kedatuan Luwu Putra H.Maradang Makkulau dan juga Margaretha Mangiri dari Kerajaan Malusu Toraja Utara di kediaman Andi Maddusila beserta sesepuh Kerajaan Gowa, Perumahan Bumi Permata Hijau No A15 No.14, Jumat (9/9/16).

“Sadarlah wahai anak manusia, kedudukan dan jabatan hanya berlaku di dunia saja, maka hindari sifat serakah sebab seorang Sombayya mesti punya silsilah dan garis keturunan ningrat. Untuk itu, seorang Bupati dan seorang Sombayya sangat berbeda, Bupati miliki masa jabatan sementara Sombayya seumur hidup” tegas putri puang balusu dari kerajaan malusu, toraja utara. (*)

Komentar Pembaca