Bersama BPPT, Mukhtar Tompo Belajar Energi Terbarukan ke Perancis

0
110

Inspiratifnews.com-Perancis – 

Indonesia berada di lingkar khatulistiwa, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan tak terbatas, yaitu energi surya yang setara dengan 4 kilo-Watt hour (kWh), guna mengatasi kenaikan kebutuhan listrik nasional Indonesia. Salah satu Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berada dibawah koordinasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, yakni Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berupaya mengembangkan teknologi sel surya berbasis teknologi silikon melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penguatan industri dalam negeri.

Salah satu langkah yang ditempuh oleh BPPT adalah dengan menjalin kerjasama dengan Institut Nasional de I’energie Solaire(INES) Perancis. Kerjasama ini dalam rangka mendukung pengembangan Industri Energi baru dan Terbarukan. Kerjasama tersebut diresmikan melalui penandatangan MoU antara BPPT dan INES. Dalam penandatanganan ini, BPPT diwakili oleh Gatot Dwianto, yang disaksikan oleh disaksikan  oleh Anggota DPR RI Muhtar Tompo dan Zulkiflimansyah, Staf Ahli Menristek Dikti Agus Puji Prasetyo,  dan Staf Ahli Kemenperin Ngakan Timur Antara, Senin 7 November 2016, di Le Bourget-du-Lac, Perancis.

Penandatanganan itu merupakan salah satu rangkaian dari “Tailor Made Course On Strategic Planning of Photovoltaic Raw Materials Development Program”. Dalam program ini, Tim BPPT bersama sejumlah Anggota DPR RI, Staf Ahli Kemenristekdikti dan Staf Ahli Kementerian Perindustrian akan memperdalam ilmu tentang Solar Sel (Panel Surya) di Institut Nasional de I’energie Solaire (INES), Perancis.

Anggota Komisi VII DPR RI, Mukhtar Tompo yang merupakan Mitra Kerja BPPT, berpandangan bahwa kerjasama internasional antar organisasi atau lembaga di bidang teknologi material merupakan salah satu strategi untuk penguatan sumber daya manusia, yang perlu ditunjang pendanaan beserta sarana prasarananya. “Saya menyambut baik kerjasama antara BPPT dan INES dalam bidang pengembangan energi baru dan terbarukan,” terang Mukhtar di Paris Perancis, Selasa 8 November 2016

Mukhtar mencontohkan salah satu produk teknologi solar cell yang bisa dimanfaatkan di Indonesia, yaitu Kotak Baterai berukuran kecil, namun memiliki kapasitas 2500 KW. “Meski ukurannya kecil, namun mampu dimanfaatkan oleh sekitar 2500 rumah, jika tiap rumah 900 Watt. Sangat cocok untuk daerah terpencil, di daerah pinggiran dan pulau terluar. Hal ini yang mesti dikembangkan, agar PLN tidak terbebani dengan target,“ urai Anggota Fraksi Partai Hanura DPR RI ini.

Pelajaran penting lain dari kunjungan ke Perancis, lanjut Mukhtar, adalah pentingnya riset melakukan riset terintegrasi. “Selama ini masing-masing kementerian melakukan riset sendiri-sendiri. Seharusnya riset dibuat berdasarkan kebutuhan industri yang sedang berkembang atau yang sudah mendapat pasar, supaya tidak mubazir. Banyak sekali hasil penelitian kita, bahkan sudah menjdi prototipe tapi tidak sesuai dengan kebutuhan pasar industri,” tandas legislator asal Sulawesi Selatan ini.

Anggota DPR RI yang ikut dalam kursus ini yakni Mukhtar Tompo dan Zulkieflimansyah. Sedangkan BPPT mengikutsertakan beberapa peserta, yaitu Suhendar I Sachoemar, Makmuri, Asep Riswoko, Wisnu Sardjono Soenarso, Atang Sulaiman, Gatot Dwianto, Suratna, Dudi Iskandar, Aris Darmansyah Edisaputra, Nandang Suhendra, dan Shinta Pariama Simanjuntak. Turut menjadi peserta Staf Ahli Menristek Dikti Agus Puji Prasetyo, dan Staf Ahli Kemenperin Ngakan Timur Antara, dan Ardi Matutu Pongtuluran dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).(uc2)

Komentar Pembaca