Betulkah 2029 Perayaan Imlek dan Idul Fitri Bersamaan

0
1302

Inspiratifnews.com – Makassar, Tradisi warga Tionghoa, dalam merayakan Imlek sering dijumpai warga Tionghoa menggunakan 7 simbolisasi Tradisi Imlek yakni warna merah dan kuning, Angpao, Lampion, Bambu, Buah Apel dan Jeruk, Barongsai, Naga dan Burung Hong, Hal ini dikemukakan ketua Walubi Sulsel, Youngris dalam diskusi bulanan DPP IMMIM dengan tema “Toleransi Antar Umat Beragama”, sabtu 21 Januari.

Simbolisasi Tradisi Imlek juga ada kesamaan dengan Umat Islam seperti penanggalan Imlek, jika umat muslim pada calender Hijriah berdasar pada Bulan baik metode hisab dan rukyat begitupun juga dengan penanggalan Imlek yang berdasar pada bulan, demikian juga warna “Merah” pada perayaan Imlek yang diartikan sebagai “Kehidupan” jadi bila pergi melayat jangan sekali – kali pakaian berwarna Merah, ungkap Youngris.

Dok.Youngris
Dok.Youngris

Ditahun 1997 silam, kata Youngris, pernah terjadi kesamaan perayaan Imlek dan Idul Fitri hanya saja pada saat itu terjadi perbedaan pendapat mengenai jatuhnya 1 Syawal, sehingga kala itu Imlek jatuh pada 7 February 1997 sementara Idul Fitri jatuh pada 9 February 1997, tetapi penanggalan Imlek diprediksi akan terjadi kesamaan ditahun 2029, tahun baru Imlek jatuh 13 February dan Idul Fitri 14 February, papar Youngris.

Tetapi belakangan ini warga Tionghoa juga menyakini posisi Matahari sebagai metode penanggalan Imlek, jadi menurut Youngris perlu ada perubahan nama dari Penanggalan Imlek menjadi Penanggalan Surya Candera.

“Iya, sepertinya perlu direvisi nama penanggalan Tionghoa dari Imlek menjadi Surya Candera, ini baru usulan saya”, tegas Youngris. (*)

Komentar Pembaca