BI Menurunkan Target Ekonomi Nasional

0
60

Inspiratifnews.com – Makassar, — Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia menurunkan target pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia dari sebelumnya 5,0-5,4 persen menjadi 4,9-5,3 persen sepanjang tahun. Penurunan target tersebut dianalisa berdasarkan beberapa indikasi termasuk kondisi ekonomi global maupun nasional. 

Kepada wartawan di Gedung BI Sulsel Sabtu (20/8/16) Kepala BI Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi global diperkirakan masih belum menguat. Meskipun membaik akibat peningkatan konsumsi dan perbaikan sektor tenaga kerja, ekonomi AS pada triwulan II 2016 tumbuh di bawah perkiraan seiring dengan investasi yang masih melambat.

Menurut Wiwiek perkembangan ekonomi AS tersebut masih dibayangi oleh ketidakpastian, sehingga kenaikan Fed Fund Rate (FFR) pada 2016 diperkirakan akan dilakukan hanya satu kali dalam 2016.

Sementara itu, ekonomi Eropa diperkirakan tumbuh moderat, dibayangi oleh ketidakpastian pasca-Brexit. Demikian pula ekonomi Tiongkok diperkirakan masih tumbuh terbatas karena investasi publik belum dapat membenkan dorongan pada sektor swasta yang masih menghadapi overcapacity dan tingginya utang korporasi,” terang Wiwiek Sistro Hidayat.

Di sisi lain di pasar komoditas, harga minyak dunia mulai meningkat meskipun harga beberapa komoditas ekspor Indonesia juga membaik, seperti CPO, batubara, dan timah, ungkapnya.

Wiwiek menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat pada triwulan II 2016, namun belum merata baik secara spasial maupun sektoral. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan Il 2016 mencapal 5,18 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,910/0 (yoy). (*)

Komentar Pembaca