Bidikmisi Sediakan 60 Ribu Beasiswa Kuliah

0
55

Inspiratifnews.com, Surabaya– Sebanyak 60 ribu program paket Bidik Misi tahun akademik 2016/2017 akan segera diluncurkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) pada pekan ini.

“Program Bidik Misi tahun ini segera kami luncurkan,” kata Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Dikti, Widyo Winarso dalam Forum Komunikasi Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta Jatim, di Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya.

Dia mengatakan, tahun ini Kemristekdikti menyediakan kuota 60 ribu beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, namun kurang mampu secara finansial. Kuota tersebut hampir sama dengan tahun lalu.

“Untuk besaran beasiswa yang diterima mahasiswa Bidik Misi sebesar Rp12 juta per tahun setiap mahasiswa. Artinya setiap semester dijatah Rp6 juta dengan rincian Rp3,6 juta untuk biaya hidup dan Rp2,4 juta untuk biaya kuliah,” katanya.

Widyo mengakui, pihaknya sudah mengusulkan kenaikan bantuan beasiswa Bidikmisi ke DPR RI untuk biaya hidup tahun ini sebesar Rp1 juta per bulan setiap mahasiwa. Namun usulan itu ditolak dan akhirnya besaran beasiswa tidak berubah sejak pertama kali diluncurkan.

“Mahasiswa penerima Bidikmisi harus mampu menuntaskan pendidikannya tepat waktu. Jika menempuh program sarjana (S-1), mahasiswa wajib lulus dalam waktu empat tahun. Sedangkan yang tidak ada pendidikan profesinya, setelah empat tahun biaya dari Dikti otomatis terputus,” jelasnya.

Menurut dia, perguruan tinggi yang terletak berada di Pulau Jawa, terutama swasta harus memiliki akreditasi A yang bisa menerima mahasiswa Bidikmisi, sedangkan di luar Jawa diperbolehkan terakreditasi B.

Rektor Unipa Surabaya, Djoko Adi Walujo menuturkan dalam menerima mahasiswa Bidikmisi mementingkan kejujuran mahasiswa yang dipilih sesuai kriteria, seperti lemah dari sisi finansial, namun mampu dari segi akademis.

“Kami ada tim survei, tim penjaringan tersendiri, bahkan tugasnya mengecek kondisi rumah mahasiswa karena jangan sampai mampu, namun mendapat program Bidikmisi, dan jangan sampai ada hubungan dengan orang dalam kampus,” terangnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, pada 2015 ada 10 lebih mahasiswa Bidikmisi di kampusnya dan berharap besaran nominal bisa ditambah oleh pemerintah.

Sementara itu, Rektor Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya Bachrul Amiq menyebut, pihaknya baru menerima mahasiswa Bidikmisi pada 2015. Itu pun jumlahnya tidak banyak, yaitu lima orang, sedangkan tahun ini pihaknya masih belum menentukan.(AFR)

Komentar Pembaca