Busana Phinisi Gagal Go International, ini penyebabnya?

0
62

Inspiratifnews.com – Makassar– Yusuf Isvania Usman merupakan salah satu designer asal Kabupaten Pinrang yang sedang mengadu nasib di Kota Makassar dalam dunia fashion designer. Tahun 2016 merupakan awal keberuntungan baginya. Karena busana kapal phinisi khas Bulukumba hasil desainnya sukses mengantarkan Yulinar Pratiwi Arief sebagai juara Best Traditional Costume pada Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2016 yang diselenggarakan pada bulan Februari 2016 lalu di Jakarta.

Genap tiga tahun lalu, dia mengenang hasil karya besarnya terpilih di ajang Miss World 2013 Indonesia di Bali. Dia menceritakan bahwa, kala itu dia melihat di salah satu stasiun televisi swasta bakalan diadakan ajang Miss World, akhirnya dia iseng-iseng mengirim gambar design miliknya. Alhasil design miliknya menjadi salah satu karya yang mendapat kesempatan untuk ikut ajang tersebut, 10 Juni 2016.

IMG_20160612_204023
Yulinar memperagakan busana phinisi, karya yusuf saat pagelaran celebes beauty fashion week beberapa minggu lalu.

“Saya tidak perna menyangka kalau saya bakalan dapat telpon dari Chaperone yayasan Miss World untuk mewujudkan karya saya tersebut, katanya itu atas permintaan ibu Liliana Tanoesoedibjo. Alhamdulillah saat itu, tanpa saya sadari saya meneteskan air mata, namun sayang semuanya harus terhenti sampai disitu,” kenang Yusuf.

Menurutnya, bahwa perjuangannya untuk bisa menjadikan karyanya menjadi karya nyata harus terhenti, oleh karena tidak memiliki modal yang banyak serta tidak mendapat dukungan dari Pemerintah. “Saya perna minta bantuan kepada Pemerintah setempat melalui Dinas Pariwisata, tapi sama sekali tidak dihiraukan,” tambahnya.

Padahal tema yang diangkatnya merupakan penggabungan antara budaya suku Bugis-Makassar dan Wisata Sulawesi Selatan yaitu pantai Bira Kabupaten Bulukumba yang memiliki pantai biru dan pasir putih yang indah penuh dengan eksotica dan aksessories bugis tanpa meninggalkan unsur adat walau dirinya merilis ulang menjadi terlihat classic.

“Hingga setengah bulan sebelum event Miss World diselenggarakan, saya belum menggarap hasil designku menjadi karya nyata, hingga akhirnya saya dimaki-maki oleh yayasan Miss World,” tambahnya lagi.

Perjuangannya untuk mewujudkan designnya tersebut menjadi karya nyata tidak perna surut, bahkan dirinya mengatakan, Insha Allah jika tidak ada halangan dan rintangan dirinya ingin kembali menggarap karya tersebut menjadi karya nyata, entah siapa nantinya yang akan memakai busana tersebut.

“Saya ingin sekali mewujudkan karya tersebut menjadi nyata, sehingga saya bisa lebih memperkenalkan wisata dan adat Bugis-Makassar melalui dunia fashion seperti busana Kapal Phinisi juara best traditional costume pada ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2016 lalu,” tutupnya.

Citizen Report : Sulaiman

Komentar Pembaca