Catatan Akhir Tahun 2015 Tentang Kepemudaan

0
110

FB_IMG_1451578052152

Catatan Akhir Tahun 2015;
Tentang Kepemudaan

Oleh : Nasruddin Upel*

inspiratifnews.com. Makassar- Ada banyak catatan tentang kepemudaan yang mengemuka pada diskusi akhir tahun 2015 yang gelar KNPI SULSEL bersama Yayasan Kalla dan Pemuda Remaja Masjid Al-Markaz yang dilaksanakan di Aula Masjid Al-Markaz Kamis, 31/12/2015

Catatan yang mengemuka tersebut seperti kesiapan pemuda menghadapi MEA. Untuk menghadapi MEA,  gerakan kepemudaan harus punya mindset, profesional dan melakukan aksi yang nyata dan mindset yang kuat.

Mindset diperlukan untuk membangun cara pandang yang positif. Sebab pada substansinya pemuda memilki sifat pejuang, berani, kritis, dan juga sebagai agen perubahan.

Kalau anak muda selalu melakukan hal-hal negatif. Misalnya tawuran antar kelompok pemuda. Tentu negeri ini akan menjadi binasa. Sebab anak muda masa kini adalah cermin untuk masa yang akan datang. Pemuda seharusnya menyadari dirinya sebagai “tangan tuhan” di dunia ini, “khalifatan fil ardhi”.

Pada aspek sosiologis, kita menemukan realitas kekinian tentang kepemudaan yang umumnya mulai dihinggapi penyakit pragmatisme. Mementingkan kepentingan diri sendiri, bahkan tidak jarang kita menemui pemuda bergaya hidup hedonis. Meski melampaui batas kemampuan yang dimilikinya.

“Organisasi kepemudaan itu sesungguhnya berjejaring kuat dengan pemerintah dan seluruh stakeholder lainnya. Tujuannya, untuk mendapatkan daya dukung eksternal untuk meberdayakan dirinya. Bukan justru sebaliknya”. Kata Dr. HM. Darwis, DPS Sosiolog Unhas ini

Selain itu, organisasi kepemudaan memiliki posisi kemitraan yang sejajar. Sehingga gerakan kepemudaan harus lebih berorintasi kepada kepada gerakan kultural, bukan struktural. Agar muatannya mengarah kepada orientasi pemberdayaan, tidak berorientasi politis.

Dengan demikian, sebagai anak muda kita patut memiliki rasa tanggungjawab untuk mengembalikan semangat kebangsaan kita. Pemuda tidak boleh takut menghadapi tantangan. Ibarat pelaut, ada pameo “Takkan lahir pelaut ulung dilaut yang tenang”.

Pemuda harus berani berbuat tentang hal-hal yang sifatnya positif. Jangan takut salah. Ibarat seorang anak kecil yang belajar naik sepeda, tidak boleh takut jatuh. “Takut jatuh, ya tidak belajar”.

Dalam membangun gerakan kepemudaan untuk menigkatkan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya Pemuda, tidak ada dikotomi usia antara tua dan muda. Sebab usia bukan indikator untuk mengukur kualitas seseorang.

Lain halnya dengan Bapak Syamril mengatakan bahwa “Seorang pemuda harus memiliki visi, Impian atau pandangan jauh ke depan. Kemudian dibungkus dengan semangat untuk melakukan aksi nyata melalui kerjasama yang baik”. Demikian diungkapkan penanggungjawab SDM Kalla Grup ini.

Hal-hal demikian menjadi catatan tentang kepemudaan sepanjang tahun 2015. Refleksi akhir tahun 2015 ini untuk menguatkan sinergitas Organisasi Kepemudaan di Sulawesi Selatan.

Dialog akhir tahun KNPI Sulsel ini menghadirkan Ketua KNPI Sulsel Mizar Ramatullah Roem, akademisi Unhas Dr. Darwis, dan Syamril dari Yayasan Kalla.

Mizar Roem misalnya menyoal tentang pentingnya gerakan civil society berbasis kepemudaan untuk membangun peradaban bangsa dalam menghadapi era persaingan masyarakat ASEAN.

Menurutnya, bahwa kemajuan bangsa kita ke depan tentu saja berada di tangan pemuda. Olehnya itu pekerjaan besar kita adalah menyiapkan lapis kader kepemudaan yang handal secara berkesinambungan terus menerus mengikuti konteks kekinian dan dinamika perkembangan zaman. Olehnya harus ada proses pencerdasan dalam pola komunikasi termasuk memanfaat teknologi informasi di era serba digital ini.(EO)

*Sekretaris DPD I KNPI Sulawesi Selatan

Komentar Pembaca