CATATAN PERLOMBAAN PANTOMIM PADA PLS2N DI KABUPATEN BARRU

0
336

CATATAN PERLOMBAAN PANTOMIM PADA PLS2N DI KABUPATEN BARRU
Oleh : Sayyed Ruslan Syekh Abdullah

Malam ke-4 lomba pada PLS2N semalam menampil dua macam lomba yaitu Pantomin di tingkat SD yang diikuti 7 kecamatan, dan Musik tradisional di tingkat SMP yang diikuti 2 SMP (30/3/2016)

Dan diakhir perlombaan  masing-masing dari tiem juri memberikan catatan dari beberapa penampilan dengan maksud agar menjadi rujukan untuk perbaikan kedepan.

Kami sangat mengapresiasi sikap tiem juri yang mencoba menjelaskan utamanya pada cabang lomba pantomim,semoga menjadi pelajaran bagi para eksplotor dan pelatih pantomim di sekolah-sekolah dan saya harus mengakui bahwa sikap juri dalam menghadirkan karya yang originil (dengan membuka  Youtube pada saat lomba ), sehingga tersaksikan mana pementasan yang sifatnya ciplakan bahkan bersifat copy paste dari apa yang sudah ada sangat jelas.

Namun dengan menonton youtube disaat lomba tentu akan menghadirkan kontroversi utamanya bagaimana menghadirkan penilain yang universal dan obyektif.

Saya pastikan ada beberapa adegan yang terlewatkan ketika kita melakukan hal itu utamanya pada karya original yang tidak ada sebelumnya sementara tiem juri sibuk mencari di youtube.

Pada dasarnya Pantomim (Bahasa Latin: pantomimus, meniru segala sesuatu) adalah suatu pertunjukan teater yang menggunakan isyarat, dalam bentuk mimik wajah atau gerak tubuh, sebagai dialog.

Jenis pertunjukan ini telah dikenal sejak zaman Romawi Kuno dan sering digunakan dalam ritus keagamaan dengan cerita umumnya seputar mitologi Yunani. Pantomim kembali populer pada abad ke-16 dengan berkembangnya Commedia dell’arte di Italia yang membawa pantomim pada bentuknya yang sekarang yang mengutamakan pada lakon komedi (Ensiklopedia Nasional Indonesia, Buku 12, Jakarta, 1990).

Maka dalam dunia pantomim ada sebuah kesepakatan yang mendunia bahwa pantomim (mime dalam bahasa Inggris) adalah teater yang menggunakan gerak dan mimik sebagai pengganti bahasa verbal.

Adapun musik dan make up adalah pendukung yang penting untuk menciptakan atmosfir suasana dan peran dalam pantomim.

Jadi apa yang disampaikan tiem juri semalam membuka ruang perdebatan termasuk ketika mengomentari pertunjukan dari SD Kecamatan Barru dengan tema mencari Ikan, dengan mengawali kutipan dalam sinopsis cerita yang dibacakan oleh ibu Dian “ apakah cara mereka menangkap ikan dibolehkan..’. Lalu dalam sesi pertunjukan kita saksikan Aktor I menyalakan api dan membakar bom dan melemparnya ke laut dan meledak namun aktor-2 memberi isyarat itu tidak benar sehingga ia mengambil bom kedua lalu menelanya sehingga meledak menjadi kentut. Lalu aktor 1 lagi mengambil bom ke-3 dan menyalakannya dan ketika hendak melemparkan, aktor 2 menggagalkannya dengan merampas dari tangan aktor 1 lalu menelanya kembali dan lagi lagi berubah kentut.

Bagi saya pesan ini sangat jelas, PERTAMA  bagaimana mungkin kita bisa tahu ini bom kalau sekiranya bom pertama tidak diledakkan.
KEDUA sang pelatih ingin memberikan pesan kepada kita yang menonton bahwa pengeboman itu itu dilarang dengan peran aktor ke dua yang senantiasa mau menggagalkan pengeboman. KETIGA bahkan dengan tegas menilai orang yang mengebom ikan sama dengan kentut dengan bahasa keseharian kita Engka ETTU MUALA.

Pertunjukan SD Kecamatan Barru sesungguhnya menyuguhkan perbandingan dua alat tangkap ikan yang boleh dan tidak sehingga harus dinilai secara utuh.
Semua yang kami sampaikan di atas adalah aspek naratif. Maka kembali pada pemahaman kita tentang pantomim yang dari awal kami sampaikan bahwa ini pertunjukan yang mengacu pada GERAK dan MIMIK, maka para juri juga mesti tahu apa-apa yang perlu dihindari dalam berpantomim (Silahkan nonton Tutorial Septian Dwi cahyo edisi 3 tentang olah tubuh) dan mohon maaf itu yang banyak dipertontonkan oleh juara I dari SD Kecamatan Malusetasi.(Mari kita sama-sama membuka rekamannya).

Sebenarnya masih banyak catatan kami dalam hal ini. Insya kami sambung nanti sebagai sumbang saran. Karena tiem juri sudah menggunakan haknya untuk menyampaikan kepada kita di acara semalam dan kami juga menggunakan hak kami.

Yang terkhir, alangkah baiknya setian akhir pertunjukan pantomim ada aspek penilaian AKSI REAKSI dari tiem juri dengan dua sasaran
1. Sasaran peserta dan penonton sebagai pembelajaran Pantomim
2. Profesinalisme tiem juri dalam memahami pantomim.

*Budayawan Barru

Komentar Pembaca