Cegah Prilaku Begal, LPA Sulsel Galakkan Mesjid Ramah Anak

0
52

Inspiratifnews.com – Makassar, Berbagai cara dilakukan dalam melakukan advokasi terhadap tindak kekerasan pada anak, hal ini terungkap saat diskusi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulsel, Program MAMPU BAKTI, dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Sulsel bersama jurnalis di Cafe Labobar, Sabtu (23/7/2016).

Diskusi mengenai tindak kekerasan pada anak bersama jurnalis pemerhati perempuan dan anak berlangsung dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari ini.

Fenomena anak yang berkembang saat ini yakni perilaku Begal dan Asusila, Menurut Nur Anti, asal usul prilaku anak melakukan begal disebabkan gaya hidup hedonis, selain itu dengan kemajuan teknologi informasi dalam hal ini media sosial, para pelaku begal ini pun berkomunikasi media sosial menggunakan kata sandi tertentu, ujarnya.

Dari hasil advokasi anak melakukan prilaku begal, sekitar 400 orang anak yang terdata di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak sebanyak 200 anak berprilaku begal dan telah ditangani secara bertahap oleh pemprov sulsel. uniknya, mayoritas anak berprilaku begal ini ingin dipuji oleh rekan – rekan seumurannya, imbuh Nur Anti.

Bahkan perilaku begal dikalangan anak – anak, kata Nur Anti, dilakukan saat tidak sadarkan diri, saat ditelusuri lebih lanjut ternyata anak – anak tersebut belum memiliki tujuan hidup untuk meraih cita – cita dan masa depannya.

Untuk itu, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Sulsel bekerjasama dengan LPA Sulsel dalam waktu dekat akan menggalakkan Mesjid Ramah Anak sebagai upaya pencegahan dini generasi muda terhadap gejolak sosial, ujar Fadiah Mahmud saat dikonfirmasi inspiratifnews.com.

Mesjid Ramah Anak digalakkan untuk mengedukasi perempuan dan anak, disadari bahwa peranan keluarga dalam memberikan pembinaan adalah faktor utama generasi muda yang unggul.

Tidak semua perempuan yang berpendidikan dan begitupun sebaliknya, mampu berhasil membina keluarga terutama anak-anaknya bisa sukses, sebab membina keluarga tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada banyak tantangan hidup yang mesti dilalui, tutup Nur Anti.(*)

Komentar Pembaca