Dana PT. SANF, Diduga Bank BTN Melakukan Pencucian Uang

0
31

Inspiratifnews.com – Jakarta, Dana PT SANF yang disimpan di Bank BTN mengalir ke Bank Mandiri atas nama PT. GIU. Ini bukan permasalahan klien saya saja tapi menyangkut kepentingan yang lebih luas, kepentingan bangsa dan negara.

Sebagai kuasa hukum PT. SANF, yang dirugikan oleh pihak Bank BTN, TM. Mangungsong menduga adanya penggelapan dan pencucian uang yang dilakukan oleh pihak Bank BTN. Ini dikatakannya di hadapan media dalam kesempatan pres konferens di DBollywood Cafe, Pasar Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/8/2017).

Ditambahkannya, dana klien (PT. Surya Artha Nusantara Finance (PT.SANF) yang ditempatkan di Rekening Giro Plus pada tanggal 29 September 2016, dapat dibobol sehari kemudian dari neraca keuangan Kantor Kas Bank BTN Pusat dengan instrumen yang tidak benar.

“Cek dan atau giro baru diterima nasabah yang baru membuka rekening setelah 2 atau 3 hari terhitung dari tanggal pembukaan rekening. Sementara dana PT. SANF yang ada pada rekening Giro Plus di Bank BTN dibobol satu hari setelah pembukaan sekening dengan menggunakan cek dan atau bilyet giro atas rekening tersebut.” Keluh Mangungsong.

Dengan peristiwa ini, Mangungsong menduga lemahnya sistem, tatakelola dan pengawasan di tubuh Bank BTN ini sebagai manajemen ugal-ugalan yang yang tidak sesuai dengan SOP dan berdampak sangat serius terhadap negara ke depan. Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah memberi perhatian serius terhadap kasus ini untuk tegaknya keadilan dan hukum.

Senada dengan Mangungsong, Kartika dari Kartika Associate Law Firm yang juga hadir bersama dalam konferensi pers tersebut menyayangkan buruknya sistem perbankan plat merah. Selaku kuasa hukum PT. GIU, yang bergerak di bidang kayu olahan dan merupakan nasabah pada bank Mandiri, Kartika mengkonfrontir peristiwa ini ke pihak Bank Mandiri untuk meminta pertanggung-jawaban secara hukum.

Karena munculnya dana siluman yang sama sekali tidak diketahui oleh kliennya itu menyebabkan persoalan hukum bagi kliennya atas laporan pihak Bank BTN dengan tuduhan dugaan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud pasal 32 ayat (1) jo pasal 48 ayat (1) UU RI nomor 11 tahun 2008.

Dijelaskan Kartika bahwa pada tanggal 30 September 2016, terdapat transferan RTGS dari Rekening Bank BTN, cek bilyet giro ke Rekening saudara ST, selaku Direktur PT. GIU sebesar Rp.23 Milyar dari rekening atas nama PT. SANF. Pada tanggal 15 November 2016 berdasarkan mutasi rekening atas nama PT.GIU, terjadi transaksi uang masuk sebesar Rp.10 milyar dari rekening atas nama PT. SANF yang tidak diketahui dan dikenal oleh PT.GIU.

Kartika menduga adanya upaya penggelapan dan pencucian uang terkait aliran dana oleh oknum tertentu dengan menggunakan perangkat dua perbankan nasional dengan memainkan dana PT. SANF yang disimpan di Bank BTN dan dialirkan ke Bank Mandiri atas nama ST, direktur PT.GIU.[rls]

loading...
BAGIKAN

Komentar Pembaca