Dekapan Rinduku Pada Senja Losari

0
157

Senja kembali mengukir rupa elok di atas mega. Pancarkan cahaya di ombak yang tenang, berkilau bak mutiara. Sesekali suara gemericik air terhempas di bibir pantai. 

 

Nampak ramai lalu lalang orang-orang berfose mengabadikan kenangan di jantung kota daeng. Merasa rugi membiarkan senja bergulir pergi begitu saja.

 

Ombak bergerak menari mengikuti alunan-alunan nada yang dimainkan pengamen jalanan, pelan nan lembut. Kerlap-kerlip lampu mulai menyambut datangnya malam.

 

Diriku hanyut terbuai dalam alunan musik dihantarkan anging mammiri. Tanpa terasa bibirku ikut bersenandung kecil di bawah sinaran senja. Syair-syair yang mengalun merdu menambah eksitik suasana.

 

Aku, kamu dan dia berdiri  memandang riak-riak ombak di balut senja. Bersenandung lagu-lagu kenangan KITA di masa yang telah berlalu. Rona bahagia menyatu dalam rasa yang tak terungkap lewat kata. Terasa sempurna diriku dengan hadirmu dan hadirnya. Hanya anging mammiri yang mampu terjemahkan rasa di jiwa.

 

Keindahan wajah Losari yang terlihat di setiap sudut-sudutnya seakan bercerita jutaan kisah tentangku, tentangmu dan tentangnya yang menyatu dalam kompilasi CERITA KITA.

 

Oleh : C@h@y@4585

Komentar Pembaca