Di Anggap Dukung Nurdin Abdullah, Ini Tanggapan Mantan Ketua IPM Sulsel

0
202

Inspiratifnews.com-Makassar Meluasnya Postingan di Media Sosial beberapa hari terakhir ini tentang pemberitaan Website resmi Pemerintah Kabupaten Bantaeng prihal dukungan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Selatan oleh mantan Ketum IPM SulSel Elly Oschar mendapat tanggapan langsung dari yang bersangkutan.

Elly merasa terpanggil untuk meluruskan hal ini karena dianggap penting untuk menghindari adanya upaya politisasi yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang berpotensi menimbulkan perpecahaan pada Pimpinan IPM dan Alumni IPM.

Dalam penyampaiannya Elly Oschar membantah pernah melakukan dukungan kepada figur tertentu dalam Pilgub SulSel, “apa yang saya katakan pada saat saya sambutan di Musywil IPM adalah sesuatu yang sangat normatif, bahwa setelah masa jabatanya selaku Bupati Bantaeng berakhir, harusnya Pak Nurdin maju sebagai Calon Gubernur, statement ini didasari bahwa tidak mungkin yang bersangkutan tetap jadi Bupati karna sudah dua periode apa lagi Pak Nurdin dianggap oleh Masyarakat Bantaeng sebagai Bupati yang lebih berprestasi dari bupati-bupati sebelumnya di Bantaeng” jelas Elly kepada Inspiratifnews.com, Jum’at (15/4/2016).

Elly Oschar menambahkan bahwa IPM adalah OKP terbaik di Indonesia dan Asia tentu sangat menjaga marwahnya, tidak mungkin menjebak diri masuk ke politik praktis.

Sementara itu Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Selatan Saparuddin Sanusi menganggap tidak perlu berlebihan menyikapi pemberitaan seperti itu karna menurut beliau memang lagi jaman Organisasi diseret-seret oleh mereka yang punya kepentingan politik.

“Sekarang banyak orang yang menyeret-nyeret nama besar organisasi seperti IPM untuk kepentingan politik oleh pihak-pihak tertentu, sehingga saya minta kepada seluruh Pimpinan IPM agar berhati-hati membuat statemen karna sangat rawan “dibegal” atau dipelintir cukuplah pengalaman Musywil lalu kejadian ini terjadi” ucap Safar

Safar berharap kader dan Alumni IPM perlu duduk bersama untuk memikirkan berbagai kondisi kebangsaan saat ini termasuk dalam menghadapi Pilgub 2018

“kalau ada kader Muhammadiyah yang berpotensi secara kafasitas saya pikir itu jauh lebih baik daripada kita selalu hanya menjadi TIM Sukses” tambahnya. (uc2)

Komentar Pembaca