Di Kanrejawa Medika, Alfian Mallarangeng Kenang Masa Sekolah di Parepare

0
103
Alfian Mallarangeng foto bersama dengan Ikatan Keluarga Masyarakat Parepare di Kanrejawa Medika, Minggu (16/7).

Inspiratifnews.com – Makassar, Menikmati akhir pekan di kota Makassar, puluhan Ikatan Keluarga Masyarakat Parepare berkumpul dan bernostalgia di Cafe Kanrejawa Medika di Jalan Topas Raya, minggu (16/7).

Andi Alfian Mallarangeng, “To Accana (Bahasa Bugis)” Parepare, bila diartikan kedalam bahasa indonesia artinya Orang Pintar, terlihat santai sambil bercerita mengenang masa – masa remaja di kota Parepare pada tahun 1970an silam.

Alfian tertawa, ketika semasa usia sekolah gemar membeli rokok dari pedagang lokal bernama Lasaleng, ia pun menamakan rokok Lasaleng dengan sebutan bahasa bugis Pelo’na Lasaleng yang artinya Rokoknya Lasaleng.

Teman Sekolah Alfian, sangat senang menghisap rokok produksi Lasaleng ketimbang rokok produksi dari Industri. ia menjelaskan pada inspiratifnews.com, dulu rekan – rekan sekolah itu sangat gemar menghisap rokok buatan Lasaleng sampai – sampai dibuatkan nada lagu.

“Pelo..na Lasaleng, Pelo.. na Lasaleng, yang didistribusikan oleh Wa’kube palling disukai oleh teman – teman sekolahku waktu itu”, terang Alfian.

Beliau – beliau inilah (Wakube dan Lasaleng), yang sangat menginspirasi semasa sekolah hingga akhirnya bisa melanglang buana hingga ke benua Amerika, olehnya itu sangat cocok bila Institut Teknologi Habibie (ITH) dipandang perlu ada di Kota Parepare, sebab kota pendidikan sudah disandang dan perlu kerja – kerja konkrit.

Alasan sangat jelas, Kata Alfian, Habibie ini sangat dikagumi dunia sehingga diharapkan generasi muda, yang melanjutkan jenjang perguruan tinggi di ITH akan melahirkan To Accana Parepare dan Sulawesi Selatan di masa datang, tukas Alfian, putra mantan Walikota Parepare Andi Mallarangeng.

Ramzah Thabraman, H. A. Syamsu Alam Mallarangeng, Arqam Azikin, Rahmat Syamsu Alam, Batara, Yamin Aslan Tjanring, Dian Cahyadi, Batara, Anjas, Rahmat, dan Hipmi Parepare dibuat tersenyum ceria dibuat oleh Alfian Mallarangeng, mereka juga salut sama Alfian sebab banyak kisah di masa tahun 1970an masih tersimpan di memorinya. (*)

Komentar Pembaca