Diancam Dirut Freeport, Mukhtar Tompo : Telah Melecehkan DPR

0
138

Inspiratifnews.com-Jakarta Direktur Utama PT Freeport Indonesia Chappy Hakim sempat mengeluarkan ancaman terhadap Anggota DPR RI Mukhtar Tompo. Pernyataan ancaman tersebut dikeluarkan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan puluhan perusahaan tambang yang ada di Indonesia, Kamis (9/2/2017)

“Awas Kamu! Tunjukkan dimana saya tidak konsisten?”, ungkap Chappy Hakim sambil menunjuk ke dada Mukhtar Tompo. Ancaman itu keluar dari mulut Dirut Freeport, seusai rapat, ketika Mukhtar mendekat untuk bersalaman.

Dirut Freeport Indonesia ini merasa tersinggung atas pernyataan penutup (closing statement) yang disampaikan Mukhtar Tompo dalam rapat tersebut.

Dalam pernyataan penutupnya, Mukhtar menyatakan bahwa jawaban Dirut Freeport terkesan bertele-tele bahkan bias, dari pertanyaan para Anggota Komisi VII.

Anggota Komisi VII ini mengingatkan sejumlah kesimpulan rapat pada tanggal 7 Desember 2016. Beberapa kesimpulan rapat tersebut, antara lain, meminta Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) bersikap tegas terhadap PT Freeport Indonesia terkait realisasi pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter).

Selain itu, lanjut Mukhtar, Komisi VII juga mendesak untuk tidak memberikan rekomendasi izin ekspor kepada PT Freeport Indonesia setelah tanggal 12 Januari 2017, apabila PT Freeport Indonesia tidak melaksanakan komitmen pembangunan pengolahan dan pemurnian.

Menurutnya, pelarangan izin ekspor setelah tanggal 12 Januari 2017 tersebut sesuai dengan pasal 170 Undang-Undang No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Sayangnya, menurut Mukhtar, keputusan tersebut akhirnya menjadi tak bertuah, dengan kehadiran Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 2017. Padahal, ungkap Mukhtar, dalam UU Mineral dan Batubara Pasal 5 Ayat 1, telah ditegaskan bahwa, “Untuk kepentingan nasional, Pemerintah setelah berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dapat menetapkan kebijakan pengutamaan mineral dan/atau batubara untuk kepentingan dalam negeri.”

Secara pribadi, Mukhtar tak mempersoalkan perlakuan Dirut Freeport Indonesia ini. Namun bagi Mukhtar, Chappy Hakim tak memahami substansi, dan bersikap emosional.

“Nampaknya orangnya tak nyambung, tak baik jadi mitra, membuat gaduh, dan saya yakin Pak Jokowi tidak senang dengan gaya seperti itu,” pungkasnya.

Perlakuan tersebut, sambung legislator Hanura ini, telah melecehkan institusi DPR. “Tadi saya dengar teman-teman akan membawa masalah ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan,” tutup Mukhtar. (uc2)

Komentar Pembaca