Di Film Nyai Dahlan, Ketum PP Nasyiah Perankan Sosok Siti Munjiyah

0
20

Inspiratifnews.com – Yogyakarta, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitasari pada akun facebook miliknya, menuliskan pidato singkat murid dari KH. Ahmad Dahlan. Dia seorang perempuan yang berpidato dengan Judul Derajat Perempuan.

Diyah Puspitasari selaku Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah mengatakan, pada kongres Wanita Pertama di Tahun 1928, seorang perempuan bernama Siti Munjiyah yang merupakan murid dari KH. Ahmad Dahlan, dia adalah sosok perempuan tangguh yang terus menggelorakan perempuan merdeka tanpa penindasan.

Dia menjelaskan hal tersebut seusai menonton Gala Premier Film Nyai Dahlan di Bioskop XXI Yogyakarta. dan mencoba menuliskan isi pidato Siti Munjiyah melalui akun facebooknya disertai unggahan foto perempuan berhijab di era 1920an.

loading...

Dijelaskan Diyah Puspitarini, Siti Munjiyah membacakan Pidato tentang Derajat Perempuan (Pidato ini dibacakan ketika Kongres Wanita pertama, 22 Desember 1928) Pidato ini menggugah banyak orang tentang derajat perempuan.

Dan yang membaca adalah Ibu Siti Munjiyah, dia merupakan salah satu murid perempuan KH Ahmad Dahlan. Munjiyah kecil sering diajak Kyai Dahlan untuk mengikuti rapat dan berceramah. Kyai menyiapkan Munjiyah sebagai orator perempuan Muhammadiyah, ungkap Diyah Puspitasari yang memerankan sosok Siti Munjiyah.

Penggalan isi teks sebagai berikut :
Tuan dan nyonya nyonya sekalian, terlebih dahulu perkenalkan, saya SITI MUNJIYAH, Pengurus Besar Moehammadijah bahagian Aisjijah.

Hari ini adalah hari kita kaum perempuan Indonesia, yang telah memberanikan diri meninggalkan suami, anak, keluarga, saudara, pekerjaan untuk keperluan hidup bersama.

Jika kita baca buku tambo dunia, maka dapatlah kita mengerti sejauh mana derajat kita kaum perempuan.

Namun terkadang perempuan berpikir, bahwa yang menyebabkan dirinya dipandang rendah itu lantaran bodoh.

Baiklah, marilah kita maju bersama dan kita buktikan bahwa kaum perempuan sama derajatnya dengan kaum lelaki.

Memerankan Ibu Siti Munjiyah, kata Diyah Puspitarini, merupakan kesempatan berharga bagi saya. Walau masih sangat jauh dari beliau, saya selalu berharap bisa seperti beliau, paparnya  (*)

BAGIKAN

Komentar Pembaca