Dimintai Tebusan Rp.20juta, Mantan Karyawan PT DBM Makassar Mengadu Ke IWO Sulsel

0
15

Inspiratifnews.com – Makassar – Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel menerima aduan mantan karyawan PT Distriversa Buanamas Cabang Kota Makassar jika perusahaan tersebut menahan ijazah karyawannya.

Rizal Sulkifli, eks sales di PT Distriversa Buanamas atau yang biasa dikenal dengan PT. DBM Cabang Makassar yang mengadu ke PW IWO Sulsel, menyebut ijazahnya ditahan sejak 2014 lalu. Bahkan PT DBM Cabang Makassar yang beralamat di Jl Serigala ini, membebankan uang tebusan hingga Rp 20 juta jika ijazahnya mau dikembalikan ke eks karyawan.

“Kami harus membayar Rp 20 juta kalau mau ijazah kami kembali. Kami bilang dapat uang dari mana kami,” kata Rizal sapaannya saat mengadu ke Rumah Aspirasi IWO Sulsel (Warkop 47) Jl Urip Sumoharjo, Selasa (5/8) sore.

Rizal yang datang sendiri diterima oleh jajaran PW IWO Sulsel seperti Ketua, Zulkifli Thahir, Sekretaris, Hasanuddin, Kabid SDM, Andi Afdal dan beberapa pengurus lainnya. Rizal melanjutkan uang Rp 20 juta itu adalah biaya-biaya retur (pengembalian barang).

“Katanya ini biaya retur yang lalu. Bagaimana ceritanya kami sales tidak tahu apa-apa soal retur karena itu masalah pimpinan yang dulu tetapi kami yang dibebankan,” lanjutnya.

Karena perusahaan tak kunjung mau memberikan ijazahnya, sambung Rizal, kembali dalam beberapa hari lalu ke mantan perusahaannya dan menemui pimpinan cabang. “Saya bilang sama pimpinan cabangnya, kami tidak bisa bayar banyak begitu. Lalu saya dikasi opsi 25 % persen saja, atau sekitar Rp 4 juta. Saya bilang kalau bayar cash susah, jadi saya mau cicil, tapi dia bilang tidak bisa,” papar Rizal.

Ditanya, apa alasan keluar dari PT. DBM Cabang Makassar, ungkap Rizal karena ada yang tidak sejalan dengan kondisi saat itu. “Adalah masalah pimpinan dulu dan saya komplain, dan saya ditegur, padahal saya sampaikan untuk kebaikan evaluasi perusahaan saat itu. Jadi saya putuskan mundur, dan ijazah D3 saya masih tertahan,” kata Rizal dan mengaku beberapa rekan kerjanya juga ijazahnya ditahan.

Usai menerima aduan ini, PW IWO Sulsel melakukan konfirmasi ke Kepala Cabang PT. DBM Makassar atas nama Yohannes melalui telepon selulernya, dan diperdengarkan langsung eks karyawannya, Rizal.

“Kenapa tidak dari dulu pas mau keluar diurus ijazahnya. Malah sekarang mereka datang ke saya minta ijazahnya padahal saya ini pimpinan baru,” katanya melalui sambungan telepon selulernya kepada PW IWO Sulsel.

Dikatakan Yohannes, penyerahan ijazah karyawan itu merupakan bentuk komitmen awal untuk bekerja di PT DBM dan keikhlasan karyawan. “Jadi ada tanda terima ijazah dari perusahaan dikasi karyawan,” kata dia.

Ditanya soal Rp 20 juta sebagai tebusan, Yohannes mengakui itu hitungan biaya-biaya masa lalu dari pimpinan lama.

“Masalah lama itu saya baru menjabat dan saya tidak dapat. Saya koordinasi ke pusat masalah ini dan diputuskan cukup 25 persen saja bayar dari total itu, sebagi win-win solution, tapi itu Rizal tidak bisa juga dipenuhi,” kilahnya.

Ketua IWO Sulsel Zulkifli Thahir mengatakan aduan ini akan ditindaklanjuti ke pihak Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar sebagai bentuk komitmen IWO Sulsel sebagai organisasi yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Sebelumnya ada beberapa aduan ke IWO Sulsel, mulai persoalan imigran, karyawan perusahaan motor dan terbaru yang ini. Kami siap kawal agar persoalannya selesai,” kata Abang Cule sapaannya.

Sementara Sekretaris IWO Sulsel Hasanuddin, mengatakan berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tidak ada aturan yang membolehkan perusahaan menahan ijazah karyawannya.

“Kalau demikian, perusahaan ini (PT. DBM) melanggar hukum dan sangksinya pidana, jadi kami komitmen mendorong agar masalah ini clear secara aturan,” kata dia.

Diketahui, PT Distriversa Buanamas atau yang biasa dikenal dengan PT. DBM adalah sebuah perusahaan distribusi fisik meliputi seluruh kepulauan Indonesia. PT Distriversa Buanamas / DBM mengkhususkan diri dalam distribusi obat-obatan dan barang-barang konsumen seperti perawatan pribadi, kosmetik dan produk makanan.

Distriversa Buanamas (DBM) adalah lengan distribusi kelompok Brataco. PT Distriversa Buanamas melayani hampir 30.000 outlet di seluruh Indonesia termasuk supermarket & minimarket, apotik, toko obat, salon kecantikan, klub olahraga, rumah sakit (pemerintah dan swasta), klinik kecantikan dan toko-toko umum. (*)

 

loading...
BAGIKAN

Komentar Pembaca