Dinilai Ilegal, Pedagang Belum Pasti Pindah

0
43

Inspiratifnews.com – Makassar, Sekertaris Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Makassar (APPSM), H Husni sepaham bahwa PD Pasar Raya berhak memasukkan pedagang ke pasar sentral, bila memilki rekomendasi dari Walikota Makassar untuk memasukan para pedagang, PD Pasar Raya punya kewenangan mengelola kurang lebih 800 unit kios.

Menjelang Ramadhan, PD Pasar berkeinginan memasukkan pedagang basah (rempah – rempah) ke areal yang dikelola PD Pasar Raya. Sekretaris APPSM Husni menurutnya hal ini dinilai ilegal sebab belum adanya SK Walikota terkait pindahan pedagang saat memasuki Ramadhan, sementara PD Pasar Raya dalam waktu dekat tengah mempersiapkan proses pemindahan pedagang ke lokasi tersebut. namun menuai kontroversi alasannya pedagang pasar belum serta merta mengikuti perihal pemindahan ke 800 unit kios yang dikelola PD Pasar dengan alasan administratif yang dinilai merugikan pedagang dan kelayakan kios yang akan ditempati, papar H.Husni saat dikonfirmasi inspiratifnews.com, senin (30/5).

Selain itu pula, belum adanya SK Walikota PD Pasar Raya sudah mengeluarkan Adedum yang dinilai merugikan para pedagang. Alasannya, hak para pedagang dirampas.

“Hilang haknya pedagang. Harusnya hak pedagang dikembalikan. Toh ini juga nantinya akan merugikan pemerintah daerah sendiri ji,” ucangkap husni.

H. Husni membeberkan, sebanyak 1.900 kios disediakan untuk para pedagang yang kiosnya terbakar tahun lalu. Yang terhimpun saat ini masih sekitar 1.600.

(dok:APPSM)
(dok:APPSM)

Dalam keterengan persnya, Untuk lantai basement harga kios sebelumnya diberi harga sebesar Rp 173 juta dengan ukuran 2×1,5 namun kini berubah menjadi Rp 200 sampai 300 juta dengan ukuran 2 x 1,5 m. Di lantai dasar harga kios sebelumnya Rp 273 juta dengan ukuran kios 2×1,5 m, dan kini naik menjadi Rp 400 sampai 500 juta dengan ukuran 2×1,5 m. Sementara untuk lantai 1 sebelumnya dihargai Rp 273 juta dengan ukuran 2×1,5 m, namun kini harganya melonjak hampir 100 persen yaitu Rp 500 sampai Rp 1 Milliar dengan ukuran 2×1,5 m, ujar Husni.

Diketahui, polemik PD Pasar Raya, PT MTIR dan Pedagang Pasar Sentral terbilang alot sehingga permasalahan ini dibawah ke Deputy Wapres RI dan Ombudsman RI sementara pembangunan Makassar Mall belum juga rampung (*)

Komentar Pembaca