Dinilai Tidak Menghargai Jurnalis, Ini Pilihan Bijak Humas Unismuh

0
89

Inspiratifnews.com – Makassar, Kepala Humas Universitas Muhammadiyah Makassar, Abdul Wahab Saleh, membantah isu yang menyudutkan dirinya, di sejumlah media massa. Ia dituduh melecehkan seorang jurnalis Makassar yang ingin mengambil undangan untuk peliputan di kampus yang berada di Jalan Sultan Alauddin itu, Kamis (25/8/2016) lalu.

Menurut Habsah yang merupakan asisten Wahab di bagian Humas Unismuh, saat itu wartawan yang bernama Chaidir datang ke Gedung Rektorat Unismuh Makassar dengan menggunakan kemeja tanpa menutup kancing. Ia melintas tepat di depan Habsah tanpa permisi.

Mengira haidir seorang mahasiswa karena tidak melihat kartu identitasnya. Habsah lantas menarik baju Chaidir dengan maksud menegur, layaknya dosen menegur mahasiswana.

“Kemarin itu, dia lewat depanku, tidak tabe-tabe’, baru pakaiannya tidak rapi sama sekali. Jadi saya tegur ki. Saya kan tidak tahu kalau dia wartawan. Saya kira dia mahasiswa,” jelasnya, Jum’at (26/8/2016) sore.

Tidak terima dengan teguran Habsah, Chaidir kemudian memberontak dan berteriak jika adalah wartawan sambil berjalan menghampiri meja Wahab di ruang Humas. Melihat kejadian itu, beberapa staf ketakutan.

Wahab yang duduk terpaku di balik meja, akhirnya berusaha menenangkan Chaidir dan meminta maaf atas ketidaktahuan Habsah. Namun karena sudah terlanjur emosi, amarah Chaidir tak kunjung reda. Akhirnya seorang satpam kampus bernama Saidul datang dan mempersilahkan Chaidir untuk keluar.

“Saya, Abdul Wahab, menegaskan bahwa kami tidak pernah melakukan tindakan seperti yang diberitakan itu, bahwa saya mengusir dia (chaidar). Saya juga wartawan. Jadi saya tahu etika jurnalistik. Saya justru ingin menjunjung tinggi martabat wartawan,” ucap Wahab yang kini berusia 60an.

Menurut Wahab, kejadian tersebut hanyalah sebatas kesalahfahaman, tidak ada sama sekali tindakan pelecehan wartawan. Karena Habsah yang merupakan asisten pribadinya tidak mengetahui jika Chaidir adalah seorang wartawan.

“Kemarin itu Chaidir ditegur Habsah karena tidak tahu dia wartawan. Dia menegur Chaidir bagaikan dosen menegor seorang mahasiswa didiknya. Tapi setelah tahu (Chaidar wartawan), Habsah langsung minta maaf. Sudah baikmi kemarin itu baru pulang,” jelas Wahab, salah satu jurnalis senior di Makassar saat ini.

“Andaikan hal ini mengundang isu kesalahfahaman hingga beredar di media, saya dengan ini meminta maaf. Tidak ada maksud kami melecehkan wartawan. Ini murni kesalahfahaman,” tambahnya. (*)

Komentar Pembaca