Dosen FK Unismuh Diingatkan Perubahan di Dunia Kedokteran dan Perdalam Spesialisasi Mata di Jepang

0
5

Inspiratifnews – Para dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar diingatkan pesatnya perubahan dan kemajuan dalam dunia kedokteran. Untuk itulah, mereka diminta mengikuti perubahan-perubahan tersebut agar bisa menyiapkan diri sebagai dokter masa depan dengan berbagai tantangannya.

Dari 84 Fakultas Kedokteran di Indonesia, sebagian besar dikelola seperti pada abad 19, kurikulumnya masih kurikulum lama, padahal perubahan yang terjadi begitu cepat, kata mantan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof dr Irawan Yusuf PhD, saat membawakan Kuliah Umum di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, Kamis, 31 Agustus 2017.

“Perubahan-perubahan yang perlu diantisipasi antara lain usia harapan hidup perempuan yang semakin panjang dan tentu akan banyak masalah mengikutinya, serta banyaknya orang Indonesia yang terkena penyakit TBC, bahkan Indonesia berada pada urutan kedua terbanyak penderita TBC-nya sesudah India.

Jangan lupa, perubahan dan perkembangan di dunia kedokteran juga berkaitan erat dengan perubahan dan perkembangan di dunia teknologi informasi. Proses belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Dosen bisa mengajar kapan saja dan dimana saja dengan menggunakan teknologi informasi, begitupun dengan mahasiswa”, papar Irawan.

Karena itulah, kata alumni S3 Hiroshima University School of Medicine, Jepang, perguruan tinggi pada umumnya harus memikirkan masa depannya dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.

Kalau tidak menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan, tidak menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat, maka perguruan tinggi akan jadi museum. Perguruan tinggi harus menyiapkan mahasiswa yang mampu memikirkan persoalan-persoalan yang belum dilihatnya tapi akan dihadapi pada masa yang akan datang.

Khusus Fakultas Kedokteran, dekan dan para dosen harus tahu masalah apa yang akan dihadapi dunia kedokteran di masa depan, serta mahasiswa seperti apa yang akan dihasilkan untuk menghadapi tantangan dunia kedokteran di masa depan, tegas Irawan.

Dekan Fakultas Kedokteran Unismuh dr Mahmud Ghaznawie PhD SpPA(K), mengatakan, Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar kini sudah berusia sembilan tahun.

Kuliah Umum dengan menghadirkan Prof Irawan Yusuf merupakan rangkaian ulang tahun ke-9 FK Unismuh, jelas Mahmud seraya menambahkan bahwa Prof Irawan Yusuf sangat berperan dalam proses lahirnya Fakultas Kedokteran Unismuh, karena ketika awal-awal pembentukannya, Prof Irawan Yusuf menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Unhas.

Kuliah Umum yang dibawakan Irawan Yusuf, dihadiri Wakil Rektor I Unismuh Makassar Abdul Rakhim Nanda, Wakil Rektor III Muhammad Tahir, Direktur Program Pascasarjana Unismuh Prof Ide Said, serta sejumlah pejabat lingkup Unismuh Makassar dan ratusan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unismuh.

Perdalam Spesialisasi Mata di Jepang
Salah seorang dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, dr Miftahul Akhyar Latief PhD SpM Mkes, akan mengikuti program Fellowship of Cornea and Refractive Surgery, di Hiroshima University Hospital, Jepang.

Status saya disana, Fellow dan Visiting Professor, selama satu tahun. Ini merupakan beasiswa dari Department of Ophthalmology and Visual Science, Hiroshima University Hospital, ungkap Miftahul Akhyar Latief kepada wartawan di Makassar, Selasa, 05 September 2017.

Program tersebut, katanya, merupakan salah satu cara dalam peningkatan mutu dosen FK Unismuh, sekaligus sebagai upaya dalam peningkatan mutu dokter spesialis mata, khususnya untuk pelayanan transplantasi kornea serta bedah refraksi di kota Makassar dan sekitarnya.

Ini juga sekaligus bentuk penjajakan untuk kerjasama antara Hiroshima University dengan Unismuh Makassar, kata Akhyar yang dibenarkan Dekan FK Unismuh Dokter H Mahmud Ghaznawie PhD SpPA(K).

Selama satu di Jepang, Akhyar akan mempelajari bedah katarak dengan tehnik phacoemulsification, bedah transplantasi kornea, serta bedah refraksi lasik dan femtosecond laser.

Setelah menyelesaikan program satu tahun di Jepang, maka dokter Akhyar akan melanjutkan lagi di Indonesia hingga menjadi Konsultan Cornea and Refractive Surgery.

Saat ditanya tentang promotor yang membimbingnya, Akhyar menyebut tiga promotor dari Indonesia dan dua promotor dari Jepang.

Ketiga promotor dari Indonesia yaitu dr Mahmud Ghaznawie PhD, Dr dr Noro Waspodo SpM, dan Dr dr Habibah S Muhiddin SpM(K), sedangkan dua promotor dari Jepang yaitu Prof Yoshiaki Kiuchi MD PhD, dan Taiichiro Chikama MD PhD.

Saya mengajukan tiga promotor dari Indonesia dan dua dari Jepang, dan alhamdulillah diterima, kata Akhyar yang kelahiran Makassar tahun 1981. (win/hh/ar)

(Sumber : Unismuh.ac.id)

Editor : Ana

 

loading...
BAGIKAN

Komentar Pembaca