Edukasi Masyarakat Melalui Media Islam, Forpemi Gelar Training Jurnalis Muslim

0
53

Inspiratifnews.com-Makassar Forum Pegiat Media Islam Indonesia (Forpemi) Sulawesi Selatan akan menggelar Training Jurnalis Muslim di Ruang Multimedia Sekolah Islam Athirah, Jalan Kajaolaliddo, Kota Makassar, Sabtu (13/7) 2017 besok.

Kegiatan bertema “Menumbuhkan dan Mengembangkan Insan Jurnalis Muslim” itu akan berlangsung sehari penuh, diikuti peserta dari kalangan mahasiswa, dan masyarakat umum yang punya kegemaran akan konsep jurnalistik berbasis Islami.

Sejumlah pemateri yang dihadirkan, di antaranya akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Dr Azwar Hasan, dan dosen jurnalistik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad, serta dua dari kalangan praktisi media umum dan medi Islam, yakni Pemimpin Redaksi Harian Amanan Firmansyah Lafiri dan Koordinator Pemberitaan Fajaronline.com Alief Sappewali.

loading...

Ketua panitia penyelenggara, Andi Asdar Abuhaerah, menuturkan, hingga Jumat (12/5) hari ini, jumlah peserta yang telah mendaftar melalui register online di media sosial, sudah banyak.

Namun, dia memastikan bahwa pendaftaran masih dibuka sebelum nantinya akan ada pengumuman dinyatakan register telah ditutup.

Bagi yang berminat, dipersilakan melakukan register melalui http://bit.y/daftarworshopjurnalisislam. Untuk konfirmasi pembayaran, dapat menghubungi 0834002039.

“Peserta kami kenakan biaya pendaftaran Rp 50.000. Uang register bisa dikirim lewat rekening Bank Syariah Mandiri 7081803336 atas nama Muh. Asdar,” terang Asdar.

Ketua Forpemi Sulawesi Selatan, Burhanuddin Marbas, mengatakan lembaga yang diinisiasi sejumlah pegiat media Islam di Kota Makassar ini bertujuan memberikan warna baru dalam khazanah kejurnalistikan.

Sebab menurutnya, kalangan pembaca media saat ini juga mulai menyadari betapa pentingnya sebuah informasi yang bernilai Islami.

“Apalagi di Kota Makassar, media Islam sudah mulai tumbuh, sehingga kami bermaksud memberikan teman-teman ruang, dan mencoba untuk mengedukasi masyarakat tentang perbedaan karakter media umum dan Islami,” kata Burhanuddin.

Dia berharap, edukasi tentang jurnalis Muslim tidak hanya berakhir pada tingkat pelatihan atau training, namun ke depannya akan ada tindak lanjut.

“Kalau perlu kita buat sekolah jurnalistik Muslim nantinya,” ujar Burhanuddin, juga bekerja di Harian Amanah Makassar. (uc2)

BAGIKAN

Komentar Pembaca