F8, Surat Cinta Untuk Makassar di Luncurkan

0
184

Inspiratifnews.com – Makassar, – Sebanyak 42 penulis makassar dari lintas generasi terlibat dalam Makassar International Eight Festival and Forum 2016. Juga dihadiri sastrawan dari dua negara sahabat, Malaysia dan Singapura.

Mereka terlibat untuk forum Fiction writer, ” 42 itu untuk penulis yang masuk dalam buku kumpulan puisi dan cerpen ” Surat Cinta untuk Makassar, belum yang datang untuk peserta diskusi dan main monolog serta pertunjukan musikalisasi puisi,” ungkap Asia Ram Prapanca, Kurator Fiction Writer, di area panggung film zona 3 di anjungan toraja, Rabu (7/9/16).

Fiction writer menerbitkan buku yang berisi puisi dan cerpen bertema kota makassar yang diberi judul Surat cinta untuk Makassar.

Selain menerbitkan buku, juga penampilan puisi, pembacaan dongeng oleh Heru Pendongeng, pembacaan sastra tutur Kelong Makassar oleh Chaeruddin Hakim, penampilan monolog dari sastrawan Singapura dan Malaysia. Berlangsung di panggung zona 3 anjungan toraja.

” Kami melibatkan banyak pegiat dan komunitas literasi di kota ini untuk ikut menyuburkan kehidupan literasi di kota ini,” ujar Ram Prapanca.

Penulis muda yang memenangkan cerpenis terbaik kompas tahun 2016, Faisal Oddang termasuk salah satu yang mengisi buku fiction writers tersebut, ia bahkan diamanahkan untuk memandu diskusi literasi yang menghadirkan pembicara dari 3 negara serumpun, Indonesia, Malaysia dan Singapura.

” Ini momen bagi penulis generasi muda untuk mengetahui jejak perkembangan sastra di kota Makassar, karena terus saja beberapa teman penulis muda saat ini terputus dari pengetahuan sastra yang sebelumnya ada di kota ini,” ujar Faisal yang ditemui di area anjungan toraja Mandar.

Pertunjukan menarik juga akan digelar dari seniman Singapura,  Noor Hasnah Adam yang akan tampil Sabtu 10 September malam. Ia akan mengangkat kisah berjudul ” Ala Mak Nak Cakap Sikit Aje”.

Pertunjukan lainnya adalah Pertunjukan dongeng (Heru Dongeng Makassar), Pertunjukan Kelong (Chaeruddin Hakim), Pertunjukan Pantun (Rijal & Komunitas Pantun Unhas), Pertunjukan Musikalisasi Puisi (Teater Kampus FSD UNM), Pertunjukan Monolog tiga Negara: (Hamrin Samad, Junaed (Indonesia), Khalid Salleh (Malaysia), Noor Hasnah Adam (Singapura), Pembaca puisi: Batara Isra (FLP Makassar), Dwi Sastra Mario (Unhas), Luna Widya (Tim FW), Ibe S. Palogai (Tim FW), Alfian Dippahatang (Unhas), Pembicara pada Dialog Sastra dan Film (Moh. Khaer Ngadimin Direktur Institut Terjemahan Buku Malaysia), Aslan Abidin (Dosen Sastra FBS UNM), Shinta Febriany (Direktur Kala Teater), Faisal Oddang (Sastrawan) .

Selain acara lietarasi, panggung zona 3 juga diisi oleh pemutaran film dari karya beberapa sineas muda Makassar yang telah berpatisipasi di beberapa event, Seperti film “Sepatu Baru” karya Aditya Ahmad, “Dilarang Bersiul di Malam Hari” karya Arkabarkah, “Burrasingan” karya Imran Saputra dan “Empat Huruf di Depan namaku” karya Ayu Kartika.

Area zona tiga juga menampilkan karya seniman lukis untuk forum fine Artnya, mereka menampilkan karya lukis yang menggambarkan kota Makassar dalam medium lukisan. Yang menarik ada sebuah karya lukisan 3 dimensi yang mengangkat tema lukisan dari sebuah lagu tradisional makassar berjudul “battu ratema ri bulang”.

Belum lagi beberbagai atraksi kesenian tradisi juga akan tampil di panggung Folk yang berada di zona 2, yang berarti F8 ini telah melibatkan ratusan potensi seniman yang ada di Makassar. Mereka mengepresikan pengertian mereka atas kota Makassar dalam medium kesenian. Semuanya disajikan dalam F8 ini. (*)

Komentar Pembaca