Fantastis! Harga Ikan Kerapu Rp. 350ribu/kg

0
4211

Inspiratifnews.com-Pinrang – Harga jual ikan kerapu semakin menggiurkan. Per kilogram (Kg) bisa menembus Rp. 350 ribu. Sangat menjanjikan, sebab permintaan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Guna memenuhi permintaan tersebut, tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan dari alam, namun harus diupayakan melalui kegiatan budidaya. Budidaya ikan kerapu bisa dilakukan di tambak maupun di laut. Untuk budidaya laut, saat  ini sudah dikembangkan di keramba jaring apung (KJA), walau jumlahnya belum banyak.

Khusus di Kabupaten Pinrang, budidaya ikan kerapu sistem KJA sudah dirintis kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Makkaritutu, di Labili-bili, Kelurahan Tellumpanua, Kecamatan Suppa. Ketua kelompok Makkaritutu, Paharuddin mengatakan, budidaya ikan kerapu yang dirintis kelompoknya merupakan ujicoba dengan memanfaatkan bantuan sarana dan prasarana dari Ditjen Prasarana, Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak 2014 hingga saat ini.

Dipilihnya kelompok Makkaritutu sebagai lokasi ujicoba budidaya kerapu sistem KJA di Sulawesi Selatan, karena potensi dan letak Teluk Suppa memenuhi persyaratan teknis. Menurut Paharuddin, untuk menghasilkan ikan kerapu yang yang melimpah dan berkualitas, harus memperhatikan lokasi, konstruksi KJA, benih ikan (ukuran, padat penebaran dan teknik penebaran), pemberian pakan serta pengendalian hama penyakit.

Dijelaskan, persyaratan umum untuk dijadikan lokasi KJA, yaitu  terlindung dari angin dan gelombang yang kuat, kedalaman perairan, dasar perairan, bebas dari bahan cemaran, tidak mengganggu alur pelayaran, dekat dengan sumber benih dan pakan, lokasi harus sesuai dengan rencana tata ruang wilayah, tersedia sarana dan prasarana transportasi serta keamanan terjamin.

Jenis ikan kerapu yang dipelihara adalah memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu  kerapu tikus, kerapu macan, kerapu lumpur, kerapu sunu, kerapu cantang dan kerapu cantik. “Kerapu macan dan kerapu tikus harganya paling mahal, bisa tembus sampai Rp 350 ribu per kilogram,” ungkap Paharuddin.

Saat ini kelompok tani ikan yang diketuainya sedang membudidayakan 8.000 ekor kerapu macan, 3.000 ekor kerapu cantik dan 1.000 kerapu tikus. Jumlah ikan tersebut dipelihara dalam empat unit KJA, setiap unit terdiri dari delapan petak dengan ukuran 3 X 3 X 3,5 meter per petak. Setiap petak ditebar bibit kerapu ukuran 5-9 cm sebanyak 1.000 ekor.

“Setelah berumur satu bulan, kita seleksi yang sudah mencapai berat 100 gram dipindahkan ke petak lain dengan kepadatan 500 ekor per petak,” kata Paha.

Dari 40 petak KJA milik kelompok Makkaritutu, mempekerjakan 4 orang anggota kelompok sebagai karyawan, dua diantaranya sebagai pekerja tetap dengan upah Rp. 1.250.000 per bulan. Ikan kerapu sebanyak 1.200 ekor saat ini sudah berumur lebih kurang 4 bulan dengan bobot rata-rata 300 gram dan akan diseleksi untuk ditempatkan 350 ekor per petak. ”Kami rencanakan panen pada April dengan asumsi bobot 700-1.000 gram dengan target produksi 5.000 kg.

Sebelumnya, kelompok tersebut sudah memproduksi ikan kerapu cantang sebanyak 1.500 kg dengan jumlah tebar bibit 2.000 ekor yang dipelihara dalam delapan petak KJA. Menurut Paha, kelompok tersebut akan mengembangkan juga udang vaname di KJA karena harga vaname saat ini cukup bagus.

Menurut Paharuddin, budidaya udang vaname di KJA cukup memungkinkan karena sarana dan prasarana sudah tersedia dan lingkungan perairan di teluk Suppa sangat mendukung.(Ish)

Komentar Pembaca