GAPPEMBAR Mengawal Kasus Korupsi di Barru

0
147

Inspiratifnews.com-Barru, Gabungan Pemuda Pelajar Mahasiswa Barru atau yang biasa disingkat GAPPEMBAR  melakukan kunjungan (audience) ke dua lembaga penegak hukum, senin (15/2). Lembaga penegak hukum yang dikunjungi ialah Kepolisian Resort Barru dan Kejaksaan Negeri Barru. Kunjungan ini bertujuan selain sebagai ajang silaturahim, juga sebagai bentuk sikap Organisasi Kepemudaan ini dalam menyikapi berbagai kasus dugaan korupsi yang terjadi di lingkup Pemerintah Kabupaten Barru yang beberapa waktu ini santer diberitakan.

Ditemui sebelum melakukan audience, A. Ikbal Husni Parenrengi selaku Ketua Umum DPP GAPPEMBAR menyampaikan bahwa maksud dari kegitan ini adalah sebagai bentuk tindak lanjut dari beberapa diskusi kedaerahan yang beberapa waktu lalu digelar oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan Partipasi Pembangunan Daerah (PPPPD) DPP GAPPEMBAR. “Yah, selain sebagai ajang silaturahim kepada aparat penegak hukum, kegiatan audience ini juga merupakan upaya advokasi sebagai bentuk tindak lanjut dari beberapa diskusi yang digelar oleh Bidang PPPPD DPP GAPPEMBAR beberapa waktu lalu. Sebab menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kami untuk melakukan klarifikasi mengenai wacana-wacana dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang oleh pemerintah daerah yang saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat, terlebih kami selaku pemuda” Jelas Ikbal.

Ditambahkan pula oleh Ikbal, bahwa konsentrasi kasus yang akan dimintai klarifikasi adalah dugaan kasus yang menimpa pejabat Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum. “Untuk sementara ini, fokus kajian teman-teman dari GAPPEMBAR adalah kasus yang menyangkut Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum”, tambahnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminan (Kasatrekrim) Polres Barru yang didampingi Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Kanit Tipikor) sebagai  tujuan audience pertama menyambut baik kedatangan stakeholder GAPPEMBAR. “Kami sangat bangga dengan inisiatif anak muda yang masih peduli dengan hal-hal yang menyangkut kebaikan Bangsa ini”, puji Kasatreskrim Polres Barru. Pertemuan itu juga dihadiri oleh beberapa penyidik Tipikor Polres Barru, Intel Polres Barru, serta Intel Kodim selaku peninjau.

Sebagai pembuka, A. Ikbal Husni Parenrengi yang juga bertindak selaku ketua Tim Advokasi dari pihak GAPPEMBAR mempertanyakan beberapa hal mengenai kasus yang menyangkut Dinkes dan Dinas PU. Hamid Azikin selaku Kanit Tipikor Polres Barru membenarkan adanya kasus dugaan korupsi dan peyalahgunaan wewenang yang oleh kedua dinas tersebut. “Untuk kasus dinas PU, kami tidak punya wewenang untuk menjawab seperti apa duduk perkaranya. Sebab kasus tersebut masing-masing telah ditanani oleh Kejati dan Kejari”. Sebagaimana telah diketahui sebelumnya, bahwa kasus yang menjerat Kadis PU adalah kasus korupsi pembangunan jalan beton (2011) yang ditaksir senilai 250 juta, serta kasus biaya pengangkutan aspal Buton senilai 3,4 Miliyar yang saat ini masih dalam proses penyelidikan. “Untuk kasus yang ditangani penyidik Tipikor Polres Barru sendiri, untuk tahun 2015 ada 3 kasus yang ditangani. Antara lain kasus Kadis Kesehatan atas kasus korupsi dana Jamkesda (2013) yang saat ini sudah divonis 4 tahun penjara oleh pengadilan Tipikor, namun kemudian melakukan banding. Kedua adalah kasus yang melibatkan Sekdis Kesehatan atas dugaan penggelapan dana BPJS yang berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, kerugian negara mencapai 800 juta yang berkas penyidikannya sudah dinyatakan P21 dan saat ini sementara ditahan serta proses pengadilannya sementara berjalan. Kasus ketiga adalah kasus yang menyangkut panitera Pengadilan Negeri Barru”, jelas Kanit Tipikor tersebut. “Adapun kasus Sekdis Kesehatan yang sempat menyeret beberapa nama termasuk Kadis Sosial, Asisten I, serta Istri Bupati Barru yang disebut-sebut ikut menikmati hasil korupsi tersebut tidak terbukti sehingga tidak dilakukan tindak lanjut”, tambahnya.

Setelah pertemuan yang berlangsung sekitar hampir 2 jam tersebut berakhir, Tim Advokasi dari GAPPEMBAR melanjutkan audience menuju Kejaksaan Negeri Barru. Paian Tumanggor selaku Kepala Kejaksaan Negeri Barru beserta beberapa jaksa menyambut kedatangan Tim Advokasi GAPPEMBAR di Ruang Rapat Kejari Barru. Sama seperti sebelumnya (audience di Polres), setelah masing-masing menyampaikan prolognya, Tim Advokasi dari GAPPEMBAR memaparkan temuan-temuannya di lapangan mengenai dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang oleh beberapa pejabat pemerintahan kabupaten yang kemudiaan ditanggapi oleh pihak Kejaksaan Negeri. Salah seorang dari Tim Advokasi GAPPEMBAR mempertanyakan mengenai kasus-kasus yang sementara dan telah ditangani oleh Kejari Barru. “Memang benar, kejari saat ini tengah menangani beberapa temuan-temuan terkait adanya indikasi korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Beberapa diantaranya adalah kasus penggelapan dana BPJS (Dinkes), betonisasi dan biaya pengangkutan aspal buton (Dinas PU), pengadaan kapal motor (Dinas Perikanan), dll. Beberapa diantaranya sudah bestatus tersangka dan sementara menjalani proses sidang. Dan beberapa lainnya masih sementara proses penyelidikan dan penyidikan, jadi belum bisa untuk kami ekspose”, terang Kepala Kejari Barru.

Mengakhiri kedua pertemuan tersebut, Ketua Umum DPP GAPPEMBAR menyampaikan harapannya. “Terima kasih atas kesediaannya menerima kedatangan kami. Kami berharap agar semua lembaga penegak hukum betul-betul menjalankan fungsinya sebagai penegak hukum tanpa adanya tendensi dan atau intervensi dari pihak manapun. Kami dari GAPPEMBAR akan senantiasa mengawal proses berjalanya penegakan hukum di kabupaten Barru dan akan selalu berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum jika dalam kacamata kami ada hal yang sudah menyimpang dari koridornya”, tegas Ikbal.

Sebelum meninggalkan Kejaksaan Negeri, A.Ikbal Husni Parenrengi menerangkan bahwa setelah mendengarkan keterangan dari kedua lembaga penegak hukum tersebut, GAPPEMBAR akan kembali menyusun rencana yang dalam hal ini melakukan tindak lanjut dari proses pengawalan ini. “Penjelasan dan keterangan yang kami dapatkan hari ini pasti akan kami tindak lanjuti”, jawabnya singkat.

Citizen Report : Haerul Amri

Komentar Pembaca