GAPPEMBAR: Musyarrafah Meninggal, Kapolda Harus Dicopot

0
108

Inspiratifnews.com,Makassar-Gabungan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Barru sangat mengecam dan akan mengusut tuntas atas kematian Musyarrafah korban penjambretan di jalan tun abdul razak kab. Gowa yang terjadi sekitar pukul 06.00 wita (21/02/2016)

Ketua GAPPEMBAR A. Ikbal Husni Parenrengi, menjelaskan secara rinci kejadian yang menimpa seniornya yang berujung pada maut ini, ia menjelaskan bahwa, kepergian Ayunda Musyarrafah karena jambret yang mencoba mengambil tas korban yg sementara dibonceng dengan kendaraan roda dua, akibatnya korban terjatuh ke aspal dan mengalami pendarahan yang sangat parah akibat kepalanya yg terbentur, Setelah dibawa ke RS Garestelina Jl.Hertasning Makassar, beliau (korban) dengan keadaan tidak sadar diri karena mengalami pendarahan, Sekitar pukul 18.30 wita beliau tiba di rumah sakit yang seharusnya segera mendapatkan pelayanan yg cepat justru diperlambat, dan oleh perawat yang ada di RS Gerestelina, bahkan beliau baru di Infus pada pukul sekitar 19.20 wita sementara korban terus mengalami pendarahan, anehnya lagi setelah Dr.Ben yang melakukan penanganan berupa Scan pada kepala beliau hanya mengatakan luka dan pendarahan biasa serta tidak perlu melakukan operasi kata dr.Ben, dan setelah itu dokter dan perawat di sana tidak lagi melakukan penanganan selanjutnya yang seharusnya segera dibawa keruang ICU tapi malah justru ditinggalkan di Ruang IGD Tanpa melakukan pemeriksaan lebih jelas. Karena tak menerima pemeriksaan, penanganan dan perawatan yang cepat mengakibatkan korban meninggal dunia pada pukul 21.30 wita.

Atas kejadian ini maka kami dari keluarga besar GAPPEMBAR akan mengusut tuntas kejadian ini dan menyatakan sikap yang tegas :
1.Gappembar menuntut kepada polres gowa, dalam waktu 2x 24 jam untuk segera menangkap pelaku penjambertan.
2. Menuntut dan mendesak kapolri agar mencopot kapolda sulselbar karena belum bisa menuntaskan kasus penjambretan di sulawesi selatan.
3. Meminta kepada Gubernur Sulawesi Selatan agar segera mekakukan tindakan agar keamanan masyarakat di sulawesi selatan bisa terjamin, jangan hanya selalu mengumbar kesuksesan ekonomi terus berkembang pesat padahal kebutuhan dasar masyarakat berupa keamanan jiwa tidak dijamin oleh pemerintah sulawesi selatan.
4.Mendesak kepala rumah sakit grestelina untuk segera turun dari jabatannya akibat pembiaran terhadap pasien A.N musyarrafah yang berujung meninggal dunia karena pelayanan rumah sakit yg kurang serius.
5.Meminta dan mendesak kepada perawat serta dokter rumah sakit memberikan keterangan yang sebenarnya tentang penanganan yg dilakukan kepada alm.musyarrafah S.Pd.

Musyarrafah merupakan aktifis GAPPEMBAR dan Aktifis Nasyiatul ‘Aisyiah Sulawesi Selatan sekaligus mantan ketua umum Nasyiatul ‘Aisyiah Kabupaten Barru.(EO)

Komentar Pembaca