Gubernur Tak Kunjung Cabut Izin KIP, KOKAM Pemuda Muhammadiyah BABEL Lakukan Aksi Penolakan

0
92

Inspiratifnews.com-Babel Pasca aksi ribuan nelayan pada waktu lalu, Gubernur berjanji akan cabut izin KIP (Kapal Isap Produksi) tambang timah diperairan laut Belinyu Provinsi Bangka Belitung dan sekitarnya. Tapi sampai hari ini KIP masih tetap saja beroperasi, apalagi tidak jauh dari bibir pantai. Kerusakan ekosistem laut akibat KIP cukup serius. Terutama terumbukarang menjadi rusak, air laut pun tampak tercemar.

Belum lagi korban langsung adalah masyarakat nelayan. Dengan adanya tambang timah KIP hasil tangkapan nelayan menjadi berkurang, tentu dikarenakan ikan menjadi menjauh karena adanya KIP, alhasil ongkos bahan bakar yang dikeluarkan nelayan menjadi bertambah.

Tidak cukup sampai disitu, adanya KIP ini sangat kontraproduktif dengan kebijakan pemerintah yang sedang mengembangkan  pendapatan dari sektor pariwisata. Jika perairan laut kita tercemar oleh KIP lalu siapa yang mau berkunjung ke Bangka Belitung untuk menikmati objek wisata pantainya.

Atas dasar itulah, puluhan Kokam (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) Bangka Belitung melakukan aksi cinta lingkungan hidup. Agenda tersebut dilakukan dua lokasi, yaitu di pantai rambak dan perairan teluk kelabat.

“Aksi tersebut kami lakukan atas dasar respon masyarakat nelayan sekitar yang resah karena beroperasinya KIP (Kapal Isap Produksi) yang melakukan tambang timah dilaut” ungkap sugeng Ketua Kokam Pemuda Muhammadiyah Babel (18/1/2016).

Sugeng menambahkan diperairan Babel sudah ada lebih 50 KIP. Bahkan dalam pantauan kami, KIP melakukan tambang di dekat objek wisata pantai rambak. Sementara Babel saat ini memiliki potensi pembangunan ekonomi melalui sektor pariwisata, terutama keindahan pantainya. Belum lagi KIP yang berpotensi membuat hasil tangkapan nelayan menjadi nihil, sebabnya tangkapan ikan nelayan menjadi sangat berkurang karena KIP tersebut.

Tujuan aksi cinta lingkungan ini adalah bagian dari tugas pokok Kokam untuk senantiasa bela negara. Kokam memahami bela negara harus di mulai dari tindakan nyata meskipun kita mulai dari hal yang kecil.

“Menjaga dan memastikan lingkungan di sekitar perairan laut yang ada di Bangka Belitung dari potensi yang dapat merusak keindahan dan keberlanjutan lingkungan bagi Kokam hal itu sudah merupakan aksi nyata bela negara” tambah sugeng

Kepentingan Kokam mengajak masyarakat untuk bersama menjaga laut kita dari kerusakan yang mungkin tidak bisa terlihat langsung saat ini, mungkin puluhan tahun kedepan bisa jadi masa depan ekosistem laut kita akan betul betul rusak, lalu siapa yang akan berkunjung ke laut kita. Sudah selayaknya masyarakat sekitar dan nelayan menolak kehadiran KIP, karena mereka adalah korban yang dapat merasakan langsung akibat dari KIP.

Dalam aksinya Kokam membentangkan spandung Tolak KIP, dan Kawal Janji Gubernur Cabut Izin KIP, sebagai bentuk dukungan kepada Gubernur Babel untuk peduli dan cinta lingkungan hidup.

Kedepan, Kokam akan mencanangkan sebulan sekali secara reguler untuk memantau dan memastikan langsung agar laut kita tidak dirusak oleh siapapun. Selain itu pula pada kesempatan tersebut sebagai ajang mengajak warga untuk bersih bersih di sekitar perairan laut yang menjadi objek wisata.

“Kokam tidak boleh dibelakang, dia harus didepan berada ditengah problem sosial masyarakat. Kesiapsiagaan Kokam harus dibuktikan jangan takut dengan ancaman apapun yang dapat merugikan rakyat, Kokam bersama rakyat harus tolak KIP, tutup Faisal Ketua Pemuda Muhammadiyah Babel. (Uc2).

Komentar Pembaca