Hasyim Muzadi : LGBT Tak Dapat Diselesaikan Dengan Pendekatan HAM

0
38

Inspiratifnews.com-Jakarta Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdahtul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi memberikan penegasan terkait penyelesaian dari masalah lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang mulai ramai diperbincangkan, jika dilakukan melalui pendekatan hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi bukan merupakan solusi yang tepat.

“Masalah LGBT tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan HAM dan demokrasi, karena pada hakikatnya LGBT merupakan kelainan seksual dalam peri kehidupan seseorang,” kata KH Hasyim kepada pers di Jakarta, Selasa (02/02/2016),  terkait maraknya polemik soal LGBT belakangan ini seperti yang dilansir Antara.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok  itu, pendekatan yang benar untuk menyelesaikan masalah LGBT adalah melalui prevensi dan rehabilitasi, sehingga seseorang bisa kembali menjadi normal secara seksual.

“Prevensi dalam istilah psikologi artinya pencegahan, yakni mencegah agar tidak terjadi gangguan psikologi, sebuah upaya agar individu terhindar dari gangguan perilaku atau patologis pada aspek psikisnya” ungkapnya

Prevensi dapat dilakukan sejak masa kanak-kanak sebagai upaya tangkal dini apabila terdapat gejala kelainan seksual dengan cara psikoterapi, penyadaran, dan latihan-latihan agar kelainan seks itu tidak menjadi berkembang.

KH Hasyim menjelaskan ada pun proses rehabilitasi diperlukan untuk mereka yang sudah terlanjur menjadi bagian dari kelainan tersebut. Sesulit apa pun proses rehabilitasi upaya itu tetap harus dilakukan agar jumlah LGBT tidak membesar.

“Dalam kaitan ini, perlu diperhatikan bahwa masyarakat umum tidak boleh menjauhi mereka secara diskriminatif, karena sesungguhnya mereka sendiri juga tidak menyukai kelainan tersebut,” ujar KH Hasyim.

Beliau juga menambahkan, legalisasi yang dilakukan oleh negara-negara Barat terhadap LGBT tidak berangkat dari norma etika dan agama, tetapi semata-mata pendekatan sekularis ateistik. “Apabila di Indonesia secara sengaja dan terencana ada kampanye pengembangan LGBT, maka hal tersebut merupakan bahaya terhadap budaya dan tata sosial agamis di Tanah Air,” tuturnya. (Uc2)

Komentar Pembaca