HWPL Korsel dan FKUB Sulsel “Dialog Perdamaian” di Gereja Katedral

0
58

Inspiratifnews.com – Makassar, Untuk kelima kalinya, Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Sulsel bekerjasama Heavenly Culture, Word Peace, Restoration of Light (HWPL) Korea Selatan mengadakan Dialog Internasional di Aula Keuskupan Gereja Katedral Jl. M.H.Thamrin Makassar, Sabtu (28/5).

Dialog FKUB Sulsel dengan HWPL Korsel sebagai bagian dari proses penyamaan persepsi tentang konsep KETUHANAN yang mempunyai misi perdamaian pada masing  – masing agama, disetiap dialog mengangkat tema-tema perdamaian pada Dialog kali ini mengangkat tema peran agama menurut kitab suci.

Dalam dialog ini, dua pertanyaan menjadi topik yang dibahas yakni sumber ajaran masing-masing agama dan makna atau peran dari agama sesuai dengan ajaran kitab suci, papar Teresa Kim selaku perwakilan HWPL Korea Selatan yang selama ini intens menjalin mitra dengan inspiratifnews.com.

Enam perwakilan agama memberikan komentar untuk dua pertanyaan ini. Uskup Jhon Luikada (Keuskupan Agung), Dr. Nurman Said (Islam), Ir. Bumi Horas (Walubi), Pdt. Siskus Manabung (PGWI), Prof. Ngakan Putu Oka (PHDI) & Ir. Hans Hartono (Khonghucu).

Ditambahkan Teresa Kim mengatakan, kegiatan dialog serupa sudah dilakukan 160 kali di 77 Negara. Sebelumnya dilakukan di Jakarta, Medan dan Surabaya. dan pada 22 mei lalu HWPL telah mendeklarasikan Komite Advokasi Perdamaian di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta bersama ormas keagamaan di Indonesia, “Tahun lalu FKUB Sulawesi Salatan berkunjung ke HWPL dan tertarik dengan misi perdamaian dengan cara dialog. Sehingga kita lakukan hal yang sama,” kata gadis Korea Selatan ini.

Selain itu, Teresa Kim menambahkan dialog-dialog semacam ini akan terus dilakukan tidak hanya sampai disini karena dengan berdialog terkait kitab suci masing-masing agama akan melahirkan harmoni bagi peserta dialog.

Dialog kali ini sedikit berbeda dengan dialog sebelumnya, karena selain tokoh-tokoh agama yang diundang juga pengikut agama turut hadir menyaksikan dialog ini. “Dialog tokoh-tokoh agama ini diharapkan berpengaruh dan dapat diikuti olah pengikutnya,” tambahnya. Dialog ini dihadiri 100 orang dari berbagai latar belakang agama yang berbeda. (ish)

 

Komentar Pembaca