ICMI Inginkan Islam Wajah Damai

0
35

Inspiratifnews.com-tokoh, Setelah terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) kesibukan Jimly Asshiddiqie bertambah padat. Di sela-sela rutinitasnya yang demikian padat. Selain harus memimpin institusi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan mengajar di banyak universitas, Jimly juga harus memimpin organisasi cendikiawan muslim di Tanah Air.

Sebagai pemimpin ICMI, Jimly merasa memiliki tanggung jawab menyampaikan pesan Islam damai. Baginya Islam di Indonesia sangat berbeda dengan Islam di Arab Saudi, Iran dan berbagai negara-negara di dunia. Pemeluk agama Islam di Indonesia, sambungnya dikenal saling menghargai, toleransi dan menjadikan budaya sebagai instrumen untuk berdakwah.

“Jadi ICMI itu mau berikan kontribusi nyata buat umat Islam di Indonesia. Bersama NU, Muhammadiyah kita ingin persatukan konflik antara Sunni dan Syiah yang kembali memanas,” katanya seperti yang dilansir Merahputih.com belum lama ini.

Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan 17 April 1956 melanjutkan, terkait konflik antara Syiah dan Sunni di Tanah Air memang sempat terjadi ketegangan beberapa waktu silam. Namun demikian, konflik antara Syiah dan Sunni yang terjadi di Indonesia tidak dalam skala masif dan terjadi berdarah-darah.

“Kenapa Syiah dan Sunni mengeras? Ini kan ada gejala perpecahan, dan ICMI harus berperan dalam merajut persatuan itu,” beber Jimly.

Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) juga mengomentari keputusan Arab Saudi mengeksekusi 47 tahanan dan ulama Syiah terkemuka asal Iran Nimr Baqir al Nimr pada tanggal 2 Januari 2016 silam. Baginya hal tersebut telah memperburuk konflik Iran dan Arab Saudi.

Persoalan lain yang juga menjadi perahatian Jimly adalah stigma Islam yang dianggap sebagai agama penebar kebencian yang identik dengan teroris. Baginya, Islam ditakuti bukan karena prestasinya, namun karena ajaran Islam dipahami sebagian penganutnya dengan menggunakan cara-cara kekerasan.

“Sekarang wajah Islam kan jelek sekali. Ada teroris, ada ISIS. Ini kan jadi momok. Islam harus dihadirkan dengan wajah ramah dan damai. Inilah tantangan kaum cendikiawan,” tandas Jimly. (ish)

Komentar Pembaca