Ikhwanisasi Kehidupan Kampus Dalam Mencapai Tujuan Pendidikan Nasional

0
108

Ikhwanisasi Kehidupan Kampus Dalam Mencapai Tujuan Pendidikan Nasional

Oleh : Abdul Kahar*

Inspiratifnews.com-Opini Secara etimologi ikhwan merupakan perbendaharaan kata yang berasal dari bahasa arab yang berarti saudara, dalam kehidupan sehari – hari kata ini sangatlah popular digunakan oleh kebanyakan orang yang aktif dalam pengajian, sehingga istilah ini kemudian mulai melekat dan digunakan oleh para aktivis islam di semua kalangan. Secara sederhana konteks kata ikhwanisasi diakhiri dengan Afiks /-isasi/. Fungsi afiks ini adalah untuk membentuk kata benda yang memiliki arti proses atau hal yang sangat berhubungan dengan kata dasarnya. Sebagai contoh :liberalisasi adalah proses atau usaha untuk menerapkan paham liberal (KBBI). Sehingga Kita bisa mengartikan bahwa  kata ikhwan-isasi adalah sebuah proses (usaha) meng-ikhwan-kan/mempersaudarakan antar satu dan yang lain.

loading...

Kampus merupakan salah satu tempat yang sangat potensial dalam mengembangkan potensi keummatan, karenanya setiap sistem yang berlaku di kampus harus dijadikan prioritas sebagai objek yang akan melahirkan para kader aktivis dalam berkontribusi untuk menjayakan islam di masa yang akan datang.

Kampus kini banyak dimanfaatkan oleh pihak – pihak yang yang ingin meraih keuntungan semata, sehingga banyak kelompok yang kemudian membangun jaringan di internal kemahasiswaan sebagai bentuk perpanjangan tangan dalam mencapai tujuan yang akan diraihnya. Hal ini sudah banyak dilakukan oleh kelompok – kelompok liberal, kapital, bahkan pada tingkat organisasi terlarang seperti  PKI. Proses kaderisasi yang mereka lakukan di kampus menjadi sumber utama yang akan melahirkan kader militan dalam memperjuangkan tujuan kelompoknya. Hal tersebut dicapai lewat usaha penyebaran ideologi di internal kemahasiswaan melalui jaringan mahasiswa yang dimiliknya sehingga hal tersebut bisa cepat merambat keseluruh kalangan di dunia kemahasiswaan.

Realita beberapa kampus hari ini, memberikan sebuah cerminan yang mencengangkan bahwa sistem yang teradopsi di internal kemahasiswaan  belum mampu menciptakan lingkungan yang kondusif di internal peserta didik. Ini terlihat melalui banyaknya kriminalitas yang  terjadi di kalangan mahasiswa, seperti tawuran, pencurian, atau bahkan prilaku kedzholimanseperti pemukulan yang marak dilakukan oleh senior sebagai sebuah orientasi bagi junior sebelum masuk ke dunia kampus.

Pemerintah telah menetapkan sebuah standar pencapaian yang harus bisa diraih oleh para penyelenggara pendidikan. Standarisasi ini dilakukan agar lembaga pendidikan memiliki standar yang sama dalam membina peserta didik. Undang – Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3 menyebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Secara umum apa yang ingin dicapai oleh pemerintah adalah pembentukan karakter peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Allah yang maha kuasa, serta berakhlak dalam kesehariannya. Tujuan yang telah dicanangkan ini harus menjadi bahan evaluasi terhadap sistem yang telah diberlakukan selama ini dengan hasil yang telah tercapai saat ini.

Pola keseharian yang terbentuk di dunia kampus sangat memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan ini, sebut saja permusuhan antar kelompok kedaerahan yang terjadi di dunia kampus sudah menjadi pesoalan klasik di kalangan mahasiswa dikarenakan setiap kelompok memandang  adanya perbedaan terhadap orang lain, begitu pula dengan organisasi atau bahkan di tingkat fakultas. Maka konsep ikhwanisasi atau proses mempersaudarakan antar kelompok kemahasiswaan harus segera digencarkan

Ikhwanisasi dalam dunia kemahasiswaan harus dilakukan melalui konsep  penyadaran yang harus dilakukan sejak dini di kampus. Ia dimulai dari masa orientasi hingga proses  perkuliahan berlangsung. Konsep ini harus dilakukan secara  intens di kampus dengan membentuk kelompok – kelompok kajian pembinaan islam yang akan mengajarkan Iman, Takwa dan akhlak sebagaimana yang diamanahkan oleh UU no 20 tahun 2003. Kelompok kajian islam inilah yang kemudian menjadi wasilah menyebarnya konsep persaudaraan (ikhwanisasi) yang damai dan akan meminimalisir sedikit demi sedikit perpecahan yang terjadi di internal kemahaiswaan hari ini.

*Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum STIBA Makassar

BAGIKAN

Komentar Pembaca