Indonesia Peringkat 10 Pasukan Perdamaian PBB

0
118

Inspiratifnews.com – Jakarta, Indonesia menjadi negara peringkat ke-10 di dunia paling banyak mengirim personel pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini bahkan mendapat apresiasi langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon, atas besarnya jumlah pasukan perdamaian yang dikirimkan Indonesia.

“Sekjen PBB mengapresiasi pentingnya peran Indonesia di PBB selama ini, terutama selaku salah satu negara pengirim pasukan perdamaian PBB terbesar (peringkat 10 di dunia),” seperti dikutip merdeka.com dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia, kemlu.go.id, Rabu (13/4).

Perwakilan Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Dian Triansyah Djani menegaskan, Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan PBB. Secara khusus, Dubes Trian menyebutkan perlunya menggarisbawahi visi Indonesia untuk meningkatkan perannya dalam misi-misi pemerliharaan perdamaian dunia.

“Visi Indonesia dalam memelihara perdamaian, yaitu visi 4.000 Peacekeepers,” ujarnya.

Karena hal ini, Dubes Trian mengaku Indonesia bertekad untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk periode 2019-2020. Hal ini ditambahkan dengan komitmen Indonesia untuk turut menyukseskan implementasi Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

Pasukan Garuda di Libanon (c) 2014 Merdeka.com/Puspen TNI

Indonesia saat ini menugaskan 2.843 personel TNI dan Polri dalam kontingen Pasukan Garuda untuk 10 misi pemeliharaan Perdamaian PBB. Kontinen itu ditempatkan di UNIFIL (Lebanon), UNAMID (Darfur, Sudan), MINUSCA (Repubik Afrika Tengah), MONUSCO (Republik Demokratik Kongo), MINUSMA (Mali), MINURSO (Sahara Barat), MINUSTAH (Haiti), UNMIL (Liberia), UNMISS (Sudan Selatan), dan UNISFA (Abyei, Sudan).

Mendengar tekad Indonesia ini, Sekjen PBB menyampaikan harapan agar Indonesia dapat terus menjalankan peran kepemimpinan di PBB. Terlihat dari bagaimana Indonesia berperan aktif dalam melaksanakan ketertiban dunia berdaarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, seperti yang terangkum dalam Pancasila.

Indonesia sendiri, menurut Dubes Trian, akan terus mendorong kemerdekaan Palestina dan penghormatan HAM di berbagai belahan dunia, serta kerja sama pembangunan termasuk di bidang kemaritiman. Hal ini sejalan dengan tekad Indonesia untuk terus memajukan prinsip multilateralisme dalam penanganan isu global. (*)

 

Komentar Pembaca