Industri Media Ancaman Kedaulatan NKRI, Ini Penjelasan Yuliandre

0
127

Inspiratifnews.com – Makassar, Hari Komunikasi Nasional (Harkomnas) adalah seluruh insan komunikasi tanah air merayakan dan memperingati betapa pentingnya komunikasi dalam kehidupan manusia. Harkomnas dideklarasikan pertama kali dikota Solo Jawa Tengah, 12 Oktober 2015 oleh ketua umum ISKI, dr. Yuliandre Darwis, Ph.d.

Rangkaian Harkomnas di Makassar, juga diselenggarakan kegiatan Konfrensi Nasional Komunikasi (KNK) ke 3 setelah Kota Mataram, NTB (2014), dan Solo, Jawa Tengah (2015). KNK ini mengambil tema “Kecerdasan Komunikasi, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” dan akan berlangsung mulai tanggal 11 – 13 Oktober di Hotel Gammara.

Slogan Perahu Phinisi, “Sekali layar terkembang pantang biduk surut kepantai” diibaratkan filosofi komunikasi dan tantangan media di masa datang yang terus berkembang. Melalui spirit makassar, adalah spirit kota literasi komunikasi masa depan Indonesia.

Menurut Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Yuliandre Darwis, saat ini ditengah berkembangnya teknologi informasi berdampak pada kedaulatan indonesia terancam. alasannya, dunia pertelevisian analog Indonesia dihadang oleh kecanggihan industri teknologi informasi seperti youtube, neflix, dll sehingga industri pertelevisian Indonesia dituntut berubah menjadi digital, tuturnya disela – sela kegiatan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI).

Selain itu, kata Yuli, tontonan sehat dan mencerdaskan perlu terus dikembangkan akan tetapi tren positif industri pertelevisian diindonesia mengikuti hasil riset yang cenderung menarik investor iklan. Sementara riset internal KPI bertolak belakang dengan lembaga riset swasta international, teguran yang sifatnya positif oleh KPI bahkan cenderung dinafikan oleh industri pertelevisian Indonesia. Inilah persoalan yang membuat dilema para penikmat media, imbuh yuliandre.

Regulator KPI untuk memayungi industri pertelevisian, dinilai lemah oleh kalangan akademisi dan forum pemerhati penyiaran sehat. Undang – undang penyiaran telah ada belum mampu mengatasi masalah yang dihadapi media penyiaran, media cetak maupun media online yang belakangan ini marak memberitakan peristiwa – peristiwa dan menginspirasi.

Harkomnas Makassar, Solusi komunikasi efektif bagi persoalan yang dihadapi bangsa khususnya menciptakan peran media yang mencerdaskan, melalui kerjasama dengan IBRAF atau Organization of Islamic Cooperation Broadcasting Regulatory Authorities Forum yang merupakan organisasi kerjasama lembaga penyiaran negara – negara islam dunia diharapkan dapat memberikan solusi penyiaran sehat terlebih konten – konten yang tidak,sehat dan mencerdaskan. (*)

Komentar Pembaca