Ingin Tau Bukti “Datsun Cinta Saya”, Coba Baca Ini !

0
117
Foto : Almarhum Sirajuddin perintis atau Maestro Musik Sinrilik.

Inspiratifnews.com – Makassar, Datsun Risers Expedition (DRE) 2 telah memasuki etape terakhir di Makassar, para Risers akan berpetualang dan menjelajah objek wisata di Sulawesi Selatan pada 20 – 23 maret 2017. menjelajahi Kabupaten Maros Kabupaten Bulukumba, dan Finish di Kota Angging Mammiri.

Jelajah eksplor wisata Sulawesi Selatan ini diberi tema “Datsun Cinta Saya”, sejak 2015 DRE masih menggunakan kendaraan yang sama, kali ini jelajahi 3 daerah di Sulsel sebagai wujud kepedulian dan kecintaan budaya di Negeri Angging Mammiri.

Gelombang I 26-28 September 2016 di ACEH, Gelombang II 11-13 November 2016 di Lampung, Gelombang III 21-23 November 2016 di Malang, Gelombang IV 21-22 Februari 2017 di Cirebon, dan terakhir Gelombang V 20-23 Maret di Makassar.

Eksplorasi Budaya Lokal, DRE akan jelajah Benteng peninggalan Kerajaan Gowa dari Abad ke 17, yakni Benteng Fort Rotterdam, Taman Nasional Bantimurung atau di juluki “Kingdom of Butterflies”, Tanah Berru Kabupaten Bulukumba untuk mengeksplorasi Perahu Phinisi juga mengujungi objek wisata Pantai Tanjung Bira dan Pulau Liukang Loe.

Rukanti Kresnaningsih, Pimpinan Sanggar Sirajuddin mengatakan sangat mengapresiasi program “Datsun Cinta Saya” sebab Stasiun dinilai telah membantu pelestarian budaya di Sulawesi Selatan, Sinrilik adalah kesenian tutur yang ada di kabupaten Gowa yang telah hampir punah, ujarnya di Kapoposang Hotel Aston, Minggu (19/3).

Dalam memainkan Sinrilik, lanjut Rukanti, ada disebut kere – kere gellang yang artinya adalah alat instrumen atau dawai – dawai yang dapat menyampaikan pesan pada pendengar sinrilik, kere-kere gellang atau biasa juga disebut keso-keso butuh ketelatenan dalam memainkan sebab olah rasa dan penjiwaan dalam memainkan sinrilik akan berbuah manis bila syair yang dilantunkan senada dengan petikan dawai – dawai, ujar Rukantii.

Ditahun 80an, Sinrilik melanglang buana kedua negara yakni Afrika Selatan dan kanada, bahkan tahun 2017 lalu Sinrilik ini kembali berekspresi di Negeri Kincir Angin, Belanda. Dalam melestarikan budaya Bugis Makassar, saat ini Sinrilik dapat anda temukan bila menginap di Hotel Grand Clarion Makassar dan Hotel Aryaduta. (*)

Komentar Pembaca