Ini Cerita Mahkota Gowa

0
94

Inspiratifnews.com, Istana Gowa didirikan pada tahun 1936, yaitu di masa pemerintahan I Mangngi Mangngi Daeng Mattutu yang merupakan Raja Gowa ke-31. Arsitektur bangunan istana berbentuk rumah khas Bugis, berupa rumah panggung yang memiliki sebuah tangga setinggi lebih dari dua meter yang digunakan untuk menuju ruang teras bangunan. Istana yang berdiri di atas lahan seluas satu hektare ini terbuat dari kayu ulin dan dipagari dengan tembok tinggi. Bangunan istana terdiri dari dua bagian, yaitu ruang utama yang berukuran 60 x 40 meter dan ruang teras berukuran 40 x 4,5 meter yang berfungsi sebagai ruang menerima tamu.

Inspiratifnews.com_Sulawesi_Selatan_-_Mahkota_Goa_

Ruang utama memiliki tiga bilik yang masing-masing berukuran 6 x 5 meter. Bilik yang pertama berfungsi sebagai kamar pribadi raja, bilik kedua sebagai tempat penyimpanan benda-benda pusaka, dan yang ketiga merupakan bilik kerajaan. Seperti halnya ciri khas rumah-rumah Bugis, istana inipun dilengkapi dengan banyak jendela berukuran 0,5 x 0,5 meter.

Istana Gowa terakhir kali dijadikan rumah jabatan dan dihuni oleh raja terakhir Gowa yaitu Andi Idjo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Kadir Aidir yang saat itu menjabat Kepala Daerah tingkat II Gowa. Dan pada masa akhir jabatannya, tepatnya pada 11 Desember 1973, Andi Idjo sebagai kepala daerah mengubah fungsi istana menjadi museum dan pusat budaya Makassar-Gowa. Istana Gowa berubah nama menjadi Museum Balla Lompoa.

Dalam bahasa Makassar, Balla Lompoa berarti rumah besar atau rumah kebesaran. Museum ini menyimpan dan memajang koleksi benda-benda peninggalan Kerajaan Gowa. Di bagian depan ruang utama, terdapat peta Indonesia yang dipajang di dinding sebelah kanan.

Di ruangan ini, pengunjung bisa melihat silsilah keluarga Kerajaan Gowa, mulai dari Raja Gowa pertama hingga yang terakhir. Dipajang juga alat-alat perang berupa tombak dan meriam kuno, serta sebuah payung lalong sipue (payung yang dipakai saat pelantikan raja), pakaian, bendera kebesaran, termasuk sejumlah naskah lontar. Sementara di tengah-tengah ruangan, ditempatkan singgasana raja. Tempat ini juga menyimpan 14 koleksi benda kerajaan yang tak ternilai, seperti mahkota, gelang, kancing, kalung, keris dan benda-benda lain yang umumnya terbuat dari emas murni berhiaskan berlian, batu ruby, intan, maupun permata.

Museum Balla Lompoa yang berada di Jalan Sultan Hasanuddin No. 48 Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari kota Makassar. Ada sejumlah pemandu yang akan membantu pengunjung untuk mengetahui informasi mengenai benda-benda bersejarah yang ditampilkan di museum ini. Selain itu, suvenir seperti sarung sutera dan t-shirt bisa dibeli sebagai oleh-oleh.(ish)

Komentar Pembaca