Ini keunikan Nasi Goreng Kebuli ala Waroenk Resto Kupang

0
10

Inspiratifnews.com – Kupang – Setelah Nasi Iga Goreng Sambal Bawang yang sangat populer dan digemari warga Kupang di Waroenk Resto and Cafe, Nasi Goreng Kebuli menempati urutan kedua yang juga digemari, khususnya penikmat kuliner Nusantara.

Hal tersebut diungkapkan owner Waroenk Resto and Cafe, Steven Marloanto saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Senin (21/8/2017).

“Nasi Goreng Kebuli termasuk makanan andalan kami. Rating menu ini bagus, menempati urutan kedua dalam daftar permintaan terbanyak pelanggan,” bebernya.

loading...

Steven menjelaskan, menu-menu Nusantara seperti Nasi Iga Goreng Sambal Bawang, Nasi Goreng Kebuli, Rawon Tulang, dan Sup Iga Tujuh Rempah memang digemari karena memiliki bumbu khas yang menunjang kelezatan menu-menu tersebut.
Terkait alasan Nasi Goreng Kebuli digemari, tidak lepas dari popularitas menu ini secara nasional. Meskipun sudah beradaptasi menjadi menu Indonesia, namun Nasi Kebuli tidak meninggalkan ciri khas perpaduan Timur Tengah dan India Muslim.

“Terutama cita rasanya, yaitu penggunaan beberapa rempah seperti cengkeh. Ini pula yang membuat menu itu menebarkan aroma wangi khas,” imbuh Steven.

Keunikan lain yang disajikan pihaknya, sebut pria kelahiran Makassar ini, tidak lepas dari kreativitas koki andal Waroenk. Adapun kreativitas yang dimaksud adalah mengolah Nasi Goreng Kebuli tersebut menjadi lebih variatif, termasuk mengganti bahan daging kambing menjadi daging sapi.

“Racikan menggunakan daging sapi untuk Nasi Goreng Kebuli adalah kreativitas koki kami, sehingga menjadi menu unik ala Waroenk. Selama ini, Nasi Goreng Kebuli menggunakan bahan daging kambing, tetapi kami berkreasi menggunakan daging sapi. Hasilnya, rating menu ini di Waroenk sangat bagus,” papar Steven.

Sekadar diketahui, Nasi Goreng Kebuli sejatinya adalah nasi kebuli yang merupakan hidangan nasi berbumbu bercita rasa gurih yang masif beredar di Indonesia.

Sejatinya pula, nasi kebuli ini dimasak bersama kaldu daging kambing, susu kambing, dan minyak samin, disajikan dengan daging kambing goreng dan kadang ditaburi dengan irisan kurma atau kismis.

Hidangan ini populer di kalangan warga Betawi di Jakarta dan warga keturunan Arab di Indonesia. Nasi kebuli menunjukan pengaruh budaya Arab Timur Tengah dan India Muslim, tepatnya tradisi Arab Yaman. Nasi ini mirip nasi Biryani.

Dalam kebudayaan Betawi, nasi kebuli biasanya disajikan dalam perayaan keagamaan Islam, seperti Idul Fitri, Idul Adha, atau Maulid. Nasi kebuli juga populer di kawasan kota yang banyak terdapat warga keturunan Arab, seperti Surabaya dan Gresik. (*)

BAGIKAN

Komentar Pembaca